Beranda Metropolis Disrumkim Bangun 948 Septic Tank

Disrumkim Bangun 948 Septic Tank

0
Disrumkim Bangun 948 Septic Tank
RAPAT : Disrumkim Kota Depok sedang menggelar Forum Renja 2022 via Zoom Meeting, Jumat (19/2). IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok sedang berusaha mewujudkan Kota Depok, Menuju Open Defecation Free (ODF) atau kondisi individu dalam komunitas tidak melakukan buang air besar sembarangan.

Plh Walikota Depok, Sri Utomo mengatakan, ODF di Kota Depok sampai dengan 2020, sudah mencapai 33 persen. Guna tercapainya ODF, salah satu caranya dengan membangun septic tank.

Kemudian juga melakukan bantuan kepada masyarakat untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) komunal individual,” tuturnya saat Forum Rencana Kerja (Renja) Disrumkim 2022, Jumat (19/2).

Lebih lanjut, dia mengatakan, berdasarkan Permenkes RI nomor 85/852/Menkes/SKI/2008, suatu masyarakat disebut ODF apabila semua masyarakatnya telah buang air besar di jamban yang sehat. Tidak terlihat tingginya di sekitar atau harus ada penampungan dan bukan di air mengalir, ada penarapan sanksi peraturan dan upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah buang air besar sembarangan.

Dan ada mekanisme monitoring umum yang dibuat oleh masyarakat untuk mencapai 100 persen kepala keluarga mempunyai jamban yang sehat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disrumkim Kota Depok, Dudi Miraz mengatakan bila selama 2020, disrumkim telah menyelesaikan pemasangan septic tank individu di 848 titik. Lalu di 2021, berencana akan membangun 948 septic tank lagi.

Target 2020 sebanyak 848 titik sudah diselesaikan, di lima kelurahan. Jadi total kelurahan yang sudah berstatus ODF ada sebanyak 17 ODF atau total terbangun septic tank sebanyak 3.435,” tuturnya.

Lima kelurahan tersebut, antara lain, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru, Kelurahan Kedaung, Kelurahan Cisalak, dan Kelurahan Pangkalanjati. “Ada 16 kelurahan yang ditargetkan pada 2021. Jadi nanti, total akan ada 33 kelurahan yang berstatus ODF di 2021,” sambungnya.

Diperkirakan Kota Depok akan menjadi wilayah bebas buang air sembarangan atau ODF di tahun 2026. “Insha Allah di tahun 2026 sudah 100 persen,” ucapnya.

Sedangkan di 2020, pembangunan Ipal Komunal sampai dengan sudah terbangun sebanyak 51 unit. Dan di 2021 pembangunan sementara dicukupkan, karena adanya keterbatasan anggaran. (rd/dis)

Langkah Kota Depok Menuju ODF :

– Pembangunan septic tank 2020 : 848 titik

– Pembangunan septic tank 2021 : 948 titik

– Total pembangunan septic tank : 3.435 titik

Kelurahan yang berhasil ODF 2020 :

– Kukusan

– Tanah Baru

– Kedaung

– Cisalak

– Pangkalanjati

Total Kelurahan yang sudah berstatus ODF : 17 Kelurahan

Dampak Buang Air Besar Sembarangan :

1. Mencemari Air

Kotoran yang dibuang ke sungai dan laut secara sembarangan bisa mencemari air. Air yang tercemar kotoran manusia itu bisa mengandung bakteri E. coli. Air yang sudah tercemar bakteri E. coli tidak bisa digunakan lagi.

2. Menyebabkan Kurang Gizi

Buang air besar sembarangan bisa membuat lingkungan kotor. Jika lingkungan kotor, makanan yang kita makan pun akan ikut kotor.

Mengonsumsi makanan kotor bisa membuat kita kekurangan gizi. Kekurangan gizi bisa membuat tubuh dan otak kita terganggu.

3. Menyebabkan Penyakit

Kotoran yang dibuang sembarangan bisa dikerubungi oleh lalat. Jika lalat itu terus menerus ada di sekitar kita, bakteri yang ada di lalat bisa menyebar ke makanan dan minuman kita.

4. Menyebabkan Kematian

Penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan buang air besar sembarangan kebanyakan menyerang anak-anak. Daya tahan tubuh anak-anak, berbeda dengan orang dewasa. Akhirnya, dalam satu jam, pasti ada 15 – 22 anak yang meninggal.

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Junior Williandro