Beranda Metropolis DKUM Depok Awasi 165 Koperasi di 2022

DKUM Depok Awasi 165 Koperasi di 2022

0
DKUM Depok Awasi 165 Koperasi di 2022
FORUM RENJA: DKUM Kota Depok menggelar Forum Renja Tahun 2022, di Balatkop Depok. FOTO : PUTRI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Di 2022 mendatang tantangan akan menghampiri Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok. 165 koperasi yang tercacat akan diawasi dan diperiksa. Bukan hanya itu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga akan ditertibkan. Penegasan tersebut disampaikan saat menggelar Forum Renja Tahun 2022, di Balatkop Depok.

Kepala DKUM Kota Depok, M Fitriawan mengatakan, DKUM memiliki tantangan baru dalam memulihkan UMKM. Pasalnya berdasarkan data dari Survei UMKM Kementerian Koperasi dan UKM, kondisi UMKM setelah Covid-19 adalah 48,6 persen UMKM tutup sementara dan 30,5 persen UMKM mengalami penurunan permintaan domestik.

“Ada beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM antara lain, produksi terhambat, penjualan/permintaan/pelanggan menurun, permodalan, sulitnya bahan baku, dan distribusi yang terhambat,” tuturnya kepada Radar Depok.

Di 2022 mendatang, Fitriawan akan melakukan beberapa program. Antara lain, pelayanan ijin usaha dan simpan pinjam, seperti penertiban ijin usah simpan pinjam, penertiban ijin pembukaan kantor cabang, cabang pembantu ataupun kantor kas. Selanjutnya, akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada 165 koperasi. “Pengawasan yang dilakukan adalah kepatuhan, kelembagaan, akuntabilitas, dan pemeriksaan,” sambungnya.

Kemudian akan melakukan penilaian kesehatan KSP/USP Koperasi juga menjadi program di 2022. Ada sebanyak 100 koperasi yang melakukan penilaian kesehatan dan enam koperasi penghargaan.

Mengadakan pendidikan dan latihan perkoperasian yang akan dilaksanakan oleh pengurus, pengawas, dan anggota koperasi. Ada sebanyak 100 koperasi yang mengikuti pendidikan dan pelatihan tersebut.

Serta pemberdayaan dan pelindungan koperasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan UMKM. Pemberdayaan UMKM dengan cara meningkatkan daya saing 40 koperasi melalui jaringan usaha koperasi, akses permodalan bagi 100 koperasi (dana hibah, lpdb, dan perbankan), melakukan penataan manajemen di 50 koperasi, serta penguatan kelembagaan 165 koperasi.

“Untuk pemberdayaan UMKM akan dilakukan pendataan kemitraan. Memfasilitasi sertifikasi halal, haki, dan sebagainya. Kemudian melakukan peningkatan kerjasama dan kemitraan antara usaha mikrom, koperasi, dan lembaga lainnya” jelasnya

Dan yang terakhir, DKUM akan menciptakan 1.750 pengusaha baru atau start up yang terdiri dari 350 orang perempuan. Melatih pemasaran digital produk UMKM, melakukan pelatihan design kemasan produk.

“Melakukan pelatihan manajemen keuangan dan SDM, pembangunan pusat data usaha mikro berbasis teknologi, dan pembangunan market place dari produk UMKM,” pungkasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar