Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Metropolis DPUPR Janji Selesaikan Banjir, Longsor, Macet di 2022

DPUPR Janji Selesaikan Banjir, Longsor, Macet di 2022

0
DPUPR Janji Selesaikan Banjir, Longsor, Macet di 2022
RENJA: DPUPR Kota Depok menggelar Forum Renja Tahun 2022 di Kantor DPUPR Kota Depok, Rabu (17/2). ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, terus memaksimalkan program kerja di 2022 mendatang. Banjir, longsor, dan kemacetan di Kota Depok menjadi titik fokus DPUPR dalam penanganannya.

Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, pihaknya telah memiliki tiga isu strategis yang berkaitan dengan banjir, longsor, dan kemacetan. Karena ketiga isu tersebut adalah isu yang paling sering terjadi di Kota Depok.

“Banjir memiliki empat faktor, antara lain karena alih lahan ruang terbuka hijau, membuang sampah sembarangan, pendangkalan,dan kapasitas saluran atau kali tidak bertambah,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (17/2).

Lebih lanjut, dia mengatakan, longsor juga terjadi karena adanya pelanggaran Garis Sempadan Sungai (GSS), saluran pembuangan yang mengikis tebingan, atau pun karena cuaca panas atau kemarau dan tiba-tiba hujan. Sementar kemacetan, dikarenakan adanya kapasitas jalan yang tidak bertambah yang berbanding terbalik dengan volume kendaraan yang bertambah terus.

“Kemacetan juga terjadi karena panjang jalan tidak bertambah, lebar jalan yang tidak bertambah, dan kurangnya trotoar jalan,” sambungnya.

Tiga isu yang difokuskan tersebut bisa berjalan lancar dan baik. “Semoga bisa berjalan dengan lancar dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Pemerintah Kota Depok akan menggunakan anggaran lebih dari Rp300 miliar untuk menata, dan memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak pada 2021.

Sekretaris DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan, penyesuaian anggaran akan dilakukan setelah menerima hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan kecamatan.

DPUPR Kota Depok pada tahun ini memiliki ketersediaan anggaran sekitar Rp300 miliar lebih. Angka tersebut berkurang karena terkena refocusing (pengurangan anggaran) untuk penanganan wabah Covid-19. “Sebelumnya ada Rp400 Miliar, namun terpotong hasil refocusing, namun angka pastinya saya belum tahu karena belum ada keputusan tetap,” kata Citra.

Dengan anggaran tersebut, DPUPR Kota Depok memastikan ada dua fokus utama dalam programnya. Dua fokus tersebut ada di Jalan Margonda dan Grand Depok City (GDC). “Tahun ini fokusnya ya itu, Penataan Trotoar Jalan Margonda dan Lanjutan Jalan GDC,” paparnya.

Selain itu sambung Citra, ada program DPUPR yang tidak kalah penting, yaitu penanganan longsor dan banjir. “Itu tidak kalah penting, pekerjaannya pembenahan drainase, perbaikan maupun pembuatan turap pada wilayah yang rawan longsor,” tandasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar