Senin, Maret 8, 2021
Beranda Utama Eks Mensos Juliari Ternyata Sudah Rancang Rencana Korupsi Sebelum Pandemi

Eks Mensos Juliari Ternyata Sudah Rancang Rencana Korupsi Sebelum Pandemi

0
Eks Mensos Juliari Ternyata Sudah Rancang Rencana Korupsi Sebelum Pandemi
Juliari P. Batubara.
juliari p batubara
Juliari P. Batubara.

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan sejumlah bukti kasus korupsi bantuan sosial (bansos) virus Korona (Covid-19) yang menjerat eks Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka.

Pengumpulan bukti itu, dilakukan dengan cara pemanggilan sejumlag saksi oleh penyidik antirasuah.

Apalagi, belum lama ini penyidik melakukan rekontruksi atau reka ulang sejumlah adegan awal para tersangka melakukan rasuah bansos Covid-19 paket sembako se-Jabodetabek tahun 2020, pada Senin (1/2).

Diduga para tersangka sudah menyiapkan untuk memotong anggaran bansos ini dengan melakukan sejumlah pertemuan, sebelum Pemerintah Pusat menyatakan Indonesia dihantui pandemi Covid-19.

Hal itu dilihat dari rekontruksi awal penyidik antirasuah mendalami peran para tersangka bansos Covid-19 ini dalam adegan pertama.

Dimana, ada pertemuan antara anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus yang diperankan oleh oang pengganti, bertemu dengan tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK), Matheus Joko Santoso dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial M. Safii Nasution.

Mereka bertemu di ruang kerja M. Safii Nasution di Kementerian Sosial RI, pada Februari 2020.

Diketahui, pemerintah pusat baru mengumumkan awal bahwa virus asal Wuhan, China itu masuk Indonesia pada Maret 2020.

Maka itu, lembaga antirasuah sedang menelisik apakah ada dugaan dalam pertemuan tiga orang itu mengenai pembahasan untuk ‘kongkalikong’ memainkan anggaran proyek bansos di Kementerian Sosial ini, dengan diikaitkan dengan reka ulang pada adegan pertama oleh tersangka Matheus Joko.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut lembaganya akan terlebih dahulu memanggil sejumlah saksi. Untuk memperkuat apakah pertemuan tiga orang itu awal mula rasuah bansos ini.

“Kami sampaikan bahwa mengenai peristiwa dalam adegan rekonstruksi tersebut tentu akan dikonfirmasi kepada saksi-saksi lain,” kata Ali Fikri dikonfirmasi, Rabu (3/2).

Maka itu, kata Ali, penyidik antirasuah tak dapat gegabah menyimpulkan adanya sebuah peristiwa langsung dijadikan sebagai alat bukti. Tentunya, kata dia, perlu minimal dua alat bukti apakah tiga orang tersebut diduga memainkan anggaran bansos.

“Untuk menjadi fakta hukum, maka diperlukan setidaknya dua alat bukti baik itu keterangan setidaknya dua orang keterangan saksi maupun alat bukti lain,” tutup Ali. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya