Beranda Metropolis Empat UMKM Kota Depok Naik ke Tingkat Provinsi

Empat UMKM Kota Depok Naik ke Tingkat Provinsi

0
Empat UMKM Kota Depok Naik ke Tingkat Provinsi
MEMBANGGAKAN : Pelaku Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama tim Pembina UMKM dari Provinsi Jawa Barat saat melakukan penilaian serta seleksi guna meninkatkan kualitas serta kuantitas produk UMKM Depok. FOTO: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Para pelaku Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) patut berbaga diri. Pasalnya dari 120 UMKM yang tersebar di Depok, ada empat pelaku UMKM yang berhasil lolos seleksi dalam gerak pendampingan Jawa Barat tahun 2020, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas di masa pandemi.

Pembina UMKM Jawa Barat untuk Depok, Cahyadi menerangkan bahwa Gerak Pendampingan yang dilakukan Pemprov Jabar agar para pelaku UMKM di Jawa Barat dapat bertahan di saat pandemi karena situasi sekarang berdampak kurang baik dalam dunia usaha.

“Alhamdulillah, proses penilaian sudah dilakukan, semuan demi menciptakan daya tahan para pelaku usaha umkm untuk survive di masa pandemi ini,” jelasnya kepada Radar Depok, Senin (22/2).

Dijabarkan Cahyadi, penilaian yang dilakukan Jawa Barat sudah berlangsung pada 18 Februari lalu, dan empat UMKM terpilih mewakili Kota Depok. Para pelaku usaha UMKM jabar yang juara dari Kota Depok, selajutnya untuk mengikuti proses lanjutan sebagai pelaku usaha umkm jabar juara yang lulus seleksi dari total 120 UMKM dampingan jabar juara Kota Depok.

Adapun pelaku usaha UMKM Jabar Juara Tahun 2020 yang terpilih untuk dinsurvey adalah, UMKM Cokotten cokelat, UMKM Bunatha yoghurt, UMKM Tanabe food, dan terakhir Bir Pletok Anak Babeh.

“Tentunya kehadiran ini juga sekaligus mengetahui dan mengenal permasalahan maupun kesulitan mulai dari produk bahan, pengolahan, sampai pada pemasaran,” ungkap Cahyadi.

Selanjutnya, proses selanjutnya masuk dalam penilaian tingkat provinsi setelah lolos dari tingkat kota. Penilaian akan sesuai dengan tim provinsi untuk menaik kelaskan para pelaku UMKM Jabar yang Juara di Kota Depok. Tak hanya itu, bagi para pelaku UMKM yang belum beruntung akan tetap dibina.

Walaupun disadari adanya refocusing anggaran pelaksanaan pendampingan tahun 2020 karena adanya pandemi covid 19 membawa pendampingan tahun 2020 tidak maksimal, namun melihat antusias para pelaku usaha maka ada harapan yang dititipkan kepada tim penilaian UMKM agar tetap mendukung.

“Support harus dari semua kalangan, baik pemerintah, anggota dewan, swasta dan para pendamping UMKM juga mendapatkan energi baru untuk bersama-sama meningkatkan daya saing dan bertumbuh dimasa pandemi,” tandas Cahyadi. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR