Beranda Satelit Depok Geliat Tanaman Hias di Bojongsari : Dari Pinggir Jalan Menjalar ke Dalam Rumah

Geliat Tanaman Hias di Bojongsari : Dari Pinggir Jalan Menjalar ke Dalam Rumah

0
Geliat Tanaman Hias di Bojongsari : Dari Pinggir Jalan Menjalar ke Dalam Rumah
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK TUNJUKAN KEMBANG : Salam sedang menunjukkan tanaman hias di rumahnya.
Tumbuhan hijau nan indah terpampang di halaman rumah Salam (44)
TUNJUKAN KEMBANG : Salam sedang menunjukkan tanaman hias di rumahnya. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Penjualan tanman hias di wilayah Kelurahan/Kecamatan Bojongsari,  tidak hanya terlihat di kawasan tepi jalan. Tapi juga marak di perkampungan dengan harga jual terjangkau.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Tumbuhan hijau nan indah terpampang di halaman rumah Salam (44), warga RT7/12, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari. Tumbuhan berbagai jenis tampak menghiasi rumah tersebut. Salam mengakui tanaman hias sekarang ini sedang meningkat penjualannya.

Konsumen tidak hanya membeli di pinggir jalan raya yang merupakan outlet tanaman hias, namun juga banyak datang ke tempat pembudidayaan tanaman hias di rumah. Seperti yang ada di rumahnya.

“Konsumen saya ada yang dari kawasan Bogor, Arco, Cimanggis. Bahkan ngirim ke Kediri, hingga Sulawesi,” ujarnya sembari menyemai bibit tumbuhan jenis Monstera.

Dalam sehari dia bisa menjual bermacam jenis tanaman dari yang harga R35ribu per pohon, hingga Rp5 juta. “Kalau  harga yang jutaan tanamannya di tempat teman, dan kita jual juga secara online,” tuturnya.

Bahkan, katanya, untuk jenis tanaman hias ada yang dijual per daun dengan harga mecapai Rp300 ribu seperti jenis keladi tato cercestis. “Jenis tanaman ini juga banyak dicari, sehingga sekarang ini dibudidayakan,” ujarnya.

Banyaknya tanaman hias di sini, lanjut dia, bukan dari belanja di pedagang, tapi hasil dari pembudidayaan sehingga di sini dari mulai tunas, kemudian tumbah daun dari satu hingga empat ada di disini.

Biasanya, lanjut dia, jika ada jenis tanaman yang lagi booming pergi ke tempat pedagang untuk membeli indukan. Setelah itu dibudidayakan dengan cara dipotong akarnya, kemudian ditanam kembali dalam waktu singkat tanaman tersebut akan tumbuh dan menghasilkan uang.

“Jadi selama ini saya lakukan sangat sederhana melakukan budidaya tanaman hias, makanya tak usah heran jika tanaman di sini banyak yang baru tunas dan tumbuh daun,” bebernya.

Dirinya berharap usahanya yang dilaksanakan bisa maju dan berkembang agar biaya kebutuhan hidup terpenuhi. “Anak saya masih sekolah dan kuliah kalau engga rajin berabe. Mudah-mudahan usahanya lancar,” pungkasnya. (*)

 

 Editor : Junior Williandro