Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Metropolis Grafity Tujuh Kota Oprek Tembok Depok

Grafity Tujuh Kota Oprek Tembok Depok

0
Grafity Tujuh Kota Oprek Tembok Depok
ARNET/RADARDEPOK HIAS TEMBOK : Sejumlah remaja saat menggambar grafity pada sebuah tembok di kawasan belakang PT. Lazada, tepatnya di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah muda-mudi Kota Depok yang bergerak di dunia grafity terus melakukan kegiatan positif, agar tetap produktif di masa pandemi. Mereka menyulap lingkungan di Kelurahan Sukamaju Baru Kota Depok, menjadi penuh warna dengan karya seni menggunakan cat semprot, Kamis (4/2).

Muda mudi yang tergabung dalam komunitas grafity yang dinamakan Abbot Crew, menggandeng beberapa komunitas serupa dari tujuh kota yang ada di Pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga silaturahmi antar komunitas grafity.

“Alhamdulilah kami masih produktif. Ini bagian pembuka dari event utama kami yang akan digelar pada 14 Februari mendatang,” jelas Koordinator Abbot Crew, Deni Prayitno, Kamis (4/2)

Disampaikannya, tujuh Kota yang ikut menghias tembok lingkungan Sukamanu Baru, seperti Temanggung, Klaten, Tangerang, Bogor, Jakarta, Banten, dan Cileungsi. Semua dipastikan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami wajibkan semua teman dari luar kota untuk disiplin protokol kesehatan, seperti hanya dua orang yang menggambar dalam satu tembok dan wajib memakai masker serta hand sanitaizer,” terangnya kepada Radar Depok.

Memang rencana, Abbot Crew bersama dengan remaja DBD Cilangkap, Tapos, akan membuat Koneksi Antar Kampugn Volume 2, setelah pada Volume 1 berjalan sukses dengan diikuti 40 Kota yang tersebar di Indonesia.

“Semua terkendala PPKM yang diterapkan pemerintah, kami harus ikut peraturan karena anak muda yang produktif itu, mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran covid, jadi kami undur sampai 14 februari mendatang,” papar Deni.

Tentunya, Deni sangat berharap acara puncak akan berjalan dengan lancar, dengan di dukung berbagai pihak, terutama warga setempat dan pengurus lingkungan. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pejabat wilayah setempat, Lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

“Semoga saja pada tanggal 14 Februari tidak ada lagi perpanjangan PPKM, jadi acara kami bisa terselenggara. Tapi kami pastikan semua berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat di bantu petugas keamanan setempat,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar