pelantikan
TANDA TANGAN : Walikota Depok Mohammad Idris menandatangani kehabsahan saat pelantikan di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (26/2). FOTO : RADAR BANDUNG

RADARDEPOK.COM – Kota Depok mencatatkan sejarah baru dalam prosesi pelantikan kepala daerah. Jumat (26/2), saat pelaksanaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2021–2026, dilaksanakan di dua tempat. Walikota Depok, Mohammad Idris dilantik di Gedung Merdeka, Bandung Jawa Barat (Jabar), sedangkan Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono, harus dilantik secara virtual di ruang isolasi Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Meski demikian, prosesi pelantikan itu tetap berlangsung dengan hikmat, tentunya dipenuhi dengan rasa haru, lantaran Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono harus dilantik melalui virtual dan diambil sumpahnya oleh petugas yang memakai baju hazmat.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, dia akan mempercepat program-program kerja yang telah disusun. Salah satunya pembuatan 100.000 lubang biopori. “Ini sangat penting karena evaluasi kami di lapangan, genangan-genangan air yang kemarin  terjadi beberapa hari, di antaranya karena permasalahan-permasalahan biopori,” jelasnya usai pelantikan, Jumat (26/2).

Kemudian, kata Idris,  yaitu pembuatan tanaman-tanaman rumah. Program tersebut bagian dari program nasional.  “Perlu kita ingatkan lagi, ini salah satu bagian program nasional dari pemerintah pusat yang harus kita turunkan, khususnya masalah Tanamanan Obat Keluarga (Toga),” jelasnya.

Selanjutnya, dia mengatakan akan melakukan pembangunan Jalan Margonda yang selama ini menjadi ikon Kota Depok. Konsep pembangunannya sendiri tetap modern dan etnik.  “Etnik Betawinya tetap harus ada, tapi tidak lepas dari modernnya. Seperti halnya DKI Jakarta, bagaimana pun multi etniknya, tetap ada Betawinya,” tegasnya.

imam budi
TANDA TANGAN : Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menandatangani kehabsahan saat pelantikan di RS Mitra Keluarga, Jumat (26/2). IMAM BUDI HARTONO FOR RADAR DEPOK

Sementara, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartini mengatakan, ada suka dan duka yang dia rasakan setelah mengikuti pelantikan ini.   “Sejarah ya, pelantikan secara virtual dan di rumah sakit. Sedihnya karena gak bisa gabung sama temen – temen di gedung MerdeKa, gak bisa ketemu gubernur, gak dipasangin langsung atribut saya. Tapi saya tetap bahagia karena sudah sah menjadi Wakil Walikota Depok, dan ditemani istri tercinta saat dilantik,” kata Imam kepada Harian Radar Depok, Jumat (26/1).

Dia juga merasa bahagia, lantaran tidak lama lagi dia akan diperbolehkan pulang ke rumah, lantaran kondisinya sudah membaik. “Insya Allah besok (hari ini) pulang. Paling istirahat dua tiga hari, baru bisa mulai masuk kantor untuk melayani masyarakat. Tinggal nunggu swab aja, mudah–mudahan hasilnya negatif,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, sudah tidak sabar untuk segera bekerja melayani masyarakat. Sebab, di benaknya sudah banyak gebrakan yang akan diberikan untuk kemajuan Kota Depok. Beberapa gebrakan yang akan dilakukan Imam diantaranya, melakukan silaturahmi dengan Walikota Depok, Mohammad Idris. Hal ini dilakukan untuk meminta saran dan arahan terkait tugas sebagai kepala daerah.

“Saya akan kulonuwun ke pak kiai dulu minta pendapatnya untuk apa yang bisa saya kerjakan dan bisa saya bantu, karena saya baru. Lalu saya mau silaturahmi perangkat dinas, mau kenalaan dan lihat program apa yang mereka lakukan tahun ini,” tuturnya.

Setelah itu, Imam juga akan menyelesaikan RPJMD sebab saat ini DPRD Kota Depok sudah menunggu penyelesaiannya. “RPJMD ini sudah ditunggu DPRD. Karena, tiga bulan setelah pelantikan harus sudah masuk,”terangnya.

Imam menambahkan, dia juga akan melakukan silaturahmi kepada pengusung, pendukung, relawan dan tokoh masyarakat.  “Berikutnya saya akan melihat  hasil Musrenbang tingkat kelurahan sampai dinas, itu kan realisasi tahun 2022 di mana kami sudah harus bisa merealisasikan 10 program unggulan  yang sudah kami janjikan,” bebernya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, TM Yusufsyah Putra mengatakan, saat ini pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono sudah sah menjadi milik masyarakat Kota Depok. Keduanya, bertugas menyejahterakan masyarakat dengan visinya menjadikan Kota Depok yang Maju Berbudaya dan Sejahtera.

“Sudah tidak ada nomor 1 dan 2, sebab Pak Idris-Imam adalah milik masyarakat Kota Depok. Semoga ke depan amanah yang diberikan masyarakat Depok dapat diemban dengan baik sesuai janji kampanyenya,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari menambahkan, hari ini pelantikan Wali-Wakil Wali Kota Depok terpilih telah dilaksanakan. Walaupun sempat tertunda dan pelaksanaannya berjalan khidmat dan lancar.

“Kontestasi sudah berakhir, demokrasi sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Rakyat sudah memilih Pak Idris-Imam sebagai Wali-Wakil Wali Kota Depok,” terangnya.

Oleh karena itu, sudah saatnya semua pihak bersinergi guna membangun Kota Depok agar semakin maju. Yang nantinya, bersama melaksanakan pembangunan dengan saling mendukung dari berbagai pihak

“DPRD Kota Depok akan bertugas sesuai tugas pokok dan fungsinya. Jika ada kemajuan yang baik akan kami apresiasi. Jika ada yang perlu dikritisi, maka akan kami kritisi untuk kemajuan pembangunan Depok,” pungkasnya.(rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego

Editor : Fahmi Akbar