iBH
Wakil Walikota Depok Terpilih, Imam Budi Hartono

RADARDEPOK.COM – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilih Mohammad Idris-Imam Budi Hartono pada Jumat (26/2) bukan isapan jempol belakang. Hanya saja, pelantikan yang akan digelar secara langsung di GOR Arcamanik, Bandung membuat Imam harus menunggu hasil Swab PCR yang akan dilakukannya, Kamis (25/2).

Kepada Harian Radar Depok, Wakil Walikota Terpilih pada Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono yang sedang dalam perawatan intensif lantaran terpapar Covid-19. Berharap, dapat mengikuti pelantikan Walikota dan Wakil Walikota yang akan digelar di Bandung, Jumat (26/2).

“Alhamdulillah, pada hari ini kondisinya mulai membaik. Sebab, dari awal memang OTG (Orang Tanpa Gejala) saja,” kata Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Rabu (24/2).

Terkait pelantikan Jumat (26/2), pendamping Walikota Terpilih Mohammad Idris ini meminta doa dari seluruh warga Depok. Agar bisa mengikuti proses pelantikan yang akan dihelat di GOR Arcamanik, Bandung. Namun, sambung Imam yang juga Ketua Umum (Ketum) DPD PKS Kota Depok ini, berdasarkan catatan dari rumah sakit, hasil PCR Swab masih menunjukkan masih positif Covid-19. “Hasil test swab PCR saya masih 33, minimal 35 karena 33 berarti masih positif,” bebernya.

Suami dari Etty Maryati Salim ini melanjutkan, selain hasil tes swab PCR menunjukkan positif Covid-19, kadar Hemoglobin (HB) di tubuhnyamasih di bawah standar, yakni 14 dan angka standar untuk laki-laki di kisaran 16. “Kemudian, dari hasil rontgen paru-paru, katanya (tim dokter rumah sakit) masih ada kabut, jadi sangat berat untuk mengeluarkan surat rekomendasi ke saya guna mengikuti pelantikan,” katanya.

Dia pun memohon doa, agar kondisi tubuhnya semakin membaik dalam satu atau dua hari kedepan. Sehingga, dapat mengikuti prosesi pelantikan di Bandung. “Kamis pagi saya berharap bisa di swab dan mudah-mudahan hasilnya negatif. Sehingga, berharap bisa mengikuti pelantikan di Bandung atau melalui virtual di rumah saya,” ucap Imam.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat ini pun menambahkan, jika dia tidak bisa dilantik di Bandung, maka Imam akan dilantik secara virtual. “Apakah di rumah saya atau di rumah sakit yang menyelenggarakan pelantikan tersebut,” tandasnya.

Diketahui, Imam bersama isterinya dinyatakan positif Covid-19 usai mendapatkan hasil Swab PCR, Rabu (17/02). Setelah dinyatakan positif, keduanya menjalani perawatan intensifdi RS Mitra Keluarga.(rd/cky)

Editor : Fahmi Akbar