Beranda Metropolis Jadi Permainan Modern dan Olahraga Tingkat Dunia

Jadi Permainan Modern dan Olahraga Tingkat Dunia

0
Jadi Permainan Modern dan Olahraga Tingkat Dunia
BERTANDING: Satria T. Conayo sedang mengikuti turnamen katapel di daerah Situ Gintung. IST

Lebih Dekat dengan Conayo, Atlet Katapel Depok (2)

RADARDEPOK.COM, Katapel saat ini bukan lagi dikenal sebagai permainan tradisional belaka. Kini permainan yang biasa dikenal sebagai selepetan itu sudah menjadi permainan modern, bahkan sudah dimasukkan dalam kategori olahraga bergengsi tingkat dunia.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Suara jepretan karet katapel di genggaman Satria T. Conayo menggelegar tatkala tangannya melepaskan pegangan penarik katapel. Dalam hitungan kurang lebih satu detik, peluru yang dilesatkan dari katapel itu menghantam sebuah kaleng yang diletakan di jarak 100 meter.

Di usianya yang ke 32, Conayo masih memiliki insting dan penglihatan yang tajam terhadap sasaranya. Hal itu terbukti dalam sesi latihan yang tengah dijalaninya sepulang bekerja. Conayo mengatakan, saat ini olahraga katapel sudah ada perlombaan tingkat dunianya, hanya saja, untuk Indonesia masih belum ikut serta dalam ajang itu.

“Kalau kami lombanya masih skala nasional aja,” katanya sembari mengambil peluru di tas yang melilit pinggangnya.

Dia menjelaskan, olahraga ini belum bisa ikut perlombaan dunia karena Indonesia belum terintegritas di Asosiasi katapel dunia. “Kemungkinan jika sudah terdaftar di Asosiasi dunia, saya mungkin bisa menjadi salah satu kontigen atlet katapel untuk Indonesia di tingkat internasional,” Jelas pria peraih peringkat 11 nasional dalam cabang olahraga katapel ini.

Di sela – sela perbincangan, dia kembali mengasah kemampuannya. Nerkali – kali kalemg yang disusun di jarak 100 meter menjerit dibuatnya. Centang-centeng, begitulah kira-kira bunyi yang dikeluarkan kaleng yang terkena hajaran peluru katapel Conayo. ┬áDia mengungkapkan, saat ini di Depok sudah memiliki 100 atlet katapel, baik tingkat daerah hingga tingkat nasional.

Mereka biasanya melakukan sesi latihan di arema latihan yang disediakan Asosiasi katapel mereka. “Kalau untuk pemusatan pelatihan biasanya dilakukan di arena tembak masing-masing club. untuk di Katapel Margonda kita berlatih di Lapangan Binangkit, Jalan H. Mahali belakang Margonda Residen, yang biasa di adakan pada Rabu malam dan minggu sore,” ujarnya.

Program yang mereka pusatkan yaitu latihan fokus menembak aneka target seperti kaleng, spinner, kertas, konsistensi tembak, penyetingan alat, frame katapel yang di pakai dengan penyesuaian ukuran karet yang di gunakan masing-masing penembak, pengembangan penembak usia dini. “Selain latihan, kami juga adapertandingan persahabatan antar club,” imbuhnya. (bersambung)

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR