Beranda Metropolis Jelang Imlek, Harga Cabai Naik

Jelang Imlek, Harga Cabai Naik

0
Jelang Imlek, Harga Cabai Naik
ILUSTRASI: Pedagang cabai tengah merapikan dagangannya, di Pasar Tugu, Jalan Raya Menpor Kecamatan Cimanggis. FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Minggu pertama Februari dan menjelang perayaan Imlek, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Depok masih stabil.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, harga bahan pokok di pasar Depok menjelang Imlek stabil dan tidak ada kenaikan yang signifikan.

“Kalau dilihat berdasarkan data, harga masih stabil. Untuk harga yang naik, ada cabai merah keriting dan cabai rawit merah,” tuturnya kepada Radar Depok, Minggu (7/2).

Berdasarkan data internal yang dimilikinya, Zamrowi menyebutkan, di Pasar Sukatani terjadi kenaikan cabai merah keriting sebesar Rp15.000. Cabai yang semula harganya Rp65.000, sekarang menjadi Rp80.000. Sementara di Pasar Kemiri Muka, cabai merah keriting yang sebelumnya seharga Rp54.000 menjadi Rp60.000. Dan cabai rawit merah dari harga Rp68.000, menjadi Rp72.000.

“Sedangkan untuk di Pasar Cisalak, kenaikan terjadi di cabai hijau besar menjadi Rp20.000 per kilo gram. Dan Cabai rawit hijau Rp20.000 per kilo gram. Masing-masing naik hanya Rp1.000 dan Rp2.000 saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk harga telur ayam sendiri harganya masih berkisar antara Rp22.000 sampai Rp24.000 per kilo gramnya. Harga tersebut berbeda-beda di tiap pasarnya.

“Harga daging sapi juga masih berkisar antara Rp120.000 sampai Rp130.000 per kilo gramnya,” lanjutnya.

Di tempat yang berbeda, salah satu pedagang sayur dan bahanan pokok, Nur Hasanah mengatakan, menjelang Imlek 2021 harga-harga masih stabil dan belum ada yang mengalami kenaikan.  “Kalau untuk sekarang masih normal. Tapi kalau minggu depan belum tahu,” tuturnya.

Menurut Nur, harga bahan pokok dan sebagainya tidak bisa diduga menjelang hari-hari besar. Namun, dia berharap di tengah pandemi ini harga bahan pokok dan makanan bisa normal terus.

“Karena kalau harga bahan pokok dan makanan naik bisa berimbas ke omzet penjualan saya,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR