harris sosialisasi empat pilar
PAPARKAN : Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe, saat melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Aula Pejuang Seroja, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menilai sejumlah gagasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno untuk menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai lokomotif pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya di Jawa Barat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Ini sangat positif untuk meningkatkan PAD dan menjadi lokomotif bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” tutur Harris saat diminta pendapat terkait gagasan Sandiaga Uno tersebut.

Ia berharap, agar rencana tersebut dapat terealisasi dan ekonomi di sekitar wilayah Lido, Jawa Barat dan umumnya Indonesia dapat terwujud.

“Semoga didukung dari skala promosi desa dan infrastruktur sampai berita terbaik KEK pariwisata Jawa Barat pertama di Lido sudah berhasil,” kata Harris.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk membahas rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (22/02).

“Kami sepakat berkolaborasi untuk aktivasi dari beberapa kegiatan dan capaian kita setelah pertemuan kita pada 19 Januari 2021, salah satunya terkait pembangunan KEK Pariwisata di Lido yang telah disetujui pembangunannya dan dimulainya pembangunan multiline sebagai salah satu infrastruktur pertama di kawasan ini,” kata Sandiaga dalam Siaran Pers Kemenparekraf.

Untuk memantau pembangunan KEK Lido ini, lanjut Sandiaga, pihaknya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengunjungi lokasi pembangunan pada Maret 2021. “Kunjungan ini tujuannya untuk memastikan progress kemajuan dari KEK pariwisata pertama di Jawa Barat ini terpantau dengan baik,” katanya menambahkan.

Pembangunan KEK Lido ini telah memperoleh persetujuan dari Dewan Nasional KEK pada 12 Februari 2021. KEK Lido ini diproyeksikan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dapat menarik investasi hingga 2,4 miliar dolar AS atau setara Rp 33,5 triliun.

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah