penghargaan
RAIH PENGHARGAAN: Kota Depok mendapat penghargaan kinerja pengurangan sampah dari KLHK. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Lagi-lagi Kota Depok disiram penghargaan. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh, Minggu (21/2). Kota Depok mendapat penghargaan kinerja pengurangan sampah, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).

Plh Walikota Depok, Sri Utomo mengatakan, penghargaan ini merupakan keberhasilan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama masyarakat dalam upaya pengurangan sampah. “Alhamdulillah, penghargaan ini diberikan karena masyarakat dan pemkot berkomitmen melakukan upaya pengurangan sampah,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, (22/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kota Depok telah memiliki beberapa program yang digagas untuk upaya pengurangan sampah. Antara lain pembentukan bank sampah, Unit Pengelolaan Sampah (UPS), dan beberapa inovasi lainnya. Dan sejauh ini, Kota Depok bisa mengurangi sampah sebanyak 20 persen dari total sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan berkurangnya sampah yang masuk ke TPA, ini patut di apresiasi. Semoga prestasi yang didapat bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati  mengajak, masyarakat agar tetap selalu menjaga lingkungan. “Karena menjaga lingkungan bisa meningkatkan indeks kesehatan manusia itu sendiri,” ungkapnya.

Selain Kota Depok, ada juga 13 kota/kabupaten dan satu provinsi yang masuk dalam penghargaan kinerja pengurangan sampah dari (KLHK). Antara lain, Provinsi Bali, Kota Balikpapan, Kota Banjarmasin, Kota Surabaya, Kabupaten Bandung, Kota Banjar Baru. “Kemudian Kota Jambi, Kota Bogor, Kota Bontang, Kota Depok, Kota Denpasar, dan Kota Malang,” jelasnya.

Terdapat beberapa kriteria untuk meraih penghargaan tersebut. Satu per satu kriteria yang diajukan, secara bertahap dipenuhi. “Alhamdulillah, membuahkan hasil dengan diserahkannya penghargaan ini,” ujarnya.

Kriteria yang dimaksud antara lain, memiliki Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) dan kebijakan terkait pengurangan sampah plastik. Selanjutnya, implementasi kebijakan pengurangan sampah plastik, inovasi atau kreavitas tentang pengurangan sampah, serta kinerja fasilitas pengelolaan sampah sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kriteria tersebut telah terpenuhi. Kami sudah memiliki kebijakan dalam pengurangan sampah di antaranya, pembentukan Bank Sampah, Unit Pengolahan Sampah (UPS), pelarangan kantong plastik di supermarket serta inovasi maggot yang pertama di Indonesia,” tandasnya.(dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar