Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Utama Kompol Yuni yang Terjerat Kasus Narkoba Memiliki Hutang Rp 340 Juta

Kompol Yuni yang Terjerat Kasus Narkoba Memiliki Hutang Rp 340 Juta

0
Kompol Yuni yang Terjerat Kasus Narkoba Memiliki Hutang Rp 340 Juta
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang baru saja dicopot dari jabatan Kapolsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat karena kasus narkoba tercatat memiliki utang sebesar Rp340 juta.

Hal itu diketahui dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Kompol Yuni ke KPK pada 19 Maret 2020. Dimana, pada saat pelaporan tersebut Kompol Yuni masih menjabat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukasari.

Dalam laporan tersebut, selain riwayat utang, Kompol Yuni mencantumkan kepemilikan Tanah dan Bangunan seluas 100 meter persegi di Kota Bandung dengan nilai estimasi mencapai Rp350 juta. Selain itu, ia juga melaporkan alat transportasi berupa mobil Toyota Avanza Tahun 2009 dengan nilai Rp100 juta.

Dengan demikian, harta milik Kompol Yuni sebesar Rp450 juta. Namun, lantaran memiliki utang Rp340 juta, jadi total hartanya sebesar Rp110 juta

Dalam dokumen LHKPN itu, tak ada laporan mengenai harta bergerak lainnya, surat berharga maupun Kas dan Setara Kas.

Data harta kekayaan tersebut, sama dengan laporan sebelumnya yang disampaikan Kompol Yuni saat menjabat Kapolsek Bojongloa Kidul, Bandung.

Kompol Yuni dicopot dari jabatan Kapolsek Astanaanyar karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Ia bersama belasan anggotanya ditangkap oleh jajaran Propam Polda Jabar. Hasil tes urine terhadap Kompol Yuni positif mengandung zat amphetamine atau sabu.

Sejauh ini, Polrestabes Bandung memutuskan untuk melakukan tes urine terhadap seluruh anggotanya di 28 polsek. Tes urine akan dilakukan bertahap dimulai hari ini, Kamis (18/2).

“Dari 28 polsek secara rutin akan dicek termasuk di dalamnya perwira dan anggota,” ujar Kepala Bagian Sumberdaya (Sumda) Polrestabes Bandung AKBP Ujang Burhanuddin di Mapolsek Bandung Wetan, Kamis (18/2). (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya