Senin, Maret 8, 2021
Beranda Pendidikan LSP SMK Putra Bangsa Uji 291 Siswa

LSP SMK Putra Bangsa Uji 291 Siswa

0
LSP SMK Putra Bangsa Uji 291 Siswa
UJIAN : Siswa kelas XII SMK Putra Bangsa sedang menjalani Uji Sertifikasi Keahlian (USK) Skill Pasport 1, Selasa (16/02). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SMK Putra bangsa mengadakan Uji Sertifikasi Keahlian (USK) Skill Pasport 1 untuk siswa kelas XII tahun ajaran 2020/2021. Kegiatan yang diadakan dari 16 – 23 Februari tersebut, setiap siswa dibagi sesi untuk kedatangannya ke sekolah, ini sesuai dengan protokol kesehatan.

Wakil Kepala SMK Putra Bangsa, Ririn Kusrini mengatakan, dengan pembagian sesi tersebut, maka setiap harinya maksimal 50 siswa yang hadir ke sekolah untuk mengikuti USK Skill Pasport 1.

“Jumlah siswa kelas XII di SMK Putra Bangsa untuk tahun ajaran 2020/2021 totalnya 291 siswa,” ucapnya kepada Radar Depok, Selasa (16/02).

Ririn menuturkan, ada empat kompetensi keahlian dalam kegiatan USK ini, yakni Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Multimedia (MM). Setiap sesinya dibagi sesuai dengan kompetensi keahliannya.

“Mereka praktik sesuai dengan kompetensi keahliannya. Seperti sekarang yang sedang berlangsung adalah OTKP, siswanya mengerjakan pengelolaan dokumen seolah menjadi sekretaris di sebuah perusahaan,” tuturnya.

Setelah mengikuti USK Skill Pasport 1 dan hasilnya kompeten, maka siswa lanjut mengikuti USK Skill Pasport 2. Jika melewati semua tahapan tersebut dan hasilnya kompeten, maka akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“Kegiatan ini kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Putra Bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua LSP SMK Putra Bangsa, Aji Widayat mengatakan, sertifkat yang dikeluarkan BNSP tersebut, bisa menjadi bekal siswa setelah lulus untuk terjun ke masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Karena, sertifkat tersebut membuktikan siswa sudah berkompeten sesuai dengan keahliannya.

“Sertifikat tersebut sudah diakui dibeberapa negara di kawasan ASEAN,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya