Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Metropolis Menelisik Giat Syiar Club Motor Mengaji (3-Habis) : Beres Magrib Saur Asik Bareng Yatim 

Menelisik Giat Syiar Club Motor Mengaji (3-Habis) : Beres Magrib Saur Asik Bareng Yatim 

0
Menelisik Giat Syiar Club Motor Mengaji (3-Habis) : Beres Magrib Saur Asik Bareng Yatim 
IST BERBAGI: Club Motor Mengaji menggelar berbagi nasi dan saur asik bareng yatim (Saik).
boks3 habis
BERBAGI : Club Motor Mengaji menggelar berbagi nasi dan saur asik bareng yatim (Saik). IST

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Filosofi Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan begitu kentara pada mereka. Mulai dari menimba ilmu, mengajak sesama kedalam kebaikan dan mencintai Al-Quran, hingga melaksanakan kegiatan sosial guna membantu yang membutuhkan.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Sukses tidak selalu perkara harta dan tahta, apalagi perempuan. Tetapi tentang menebar cinta, bahagia dan berbagi ilmu untuk membantu sesama. Selain berbagi ilmu, hal-hal remeh temeh seperti berbagi nasi kotak gratis, bisa menimbulkan lebarnya senyum dari diri seseorang. Anggota Club Motor Mengaji (CMM) mencontohkannya dalam beraneka ragam kegiatan sosial. Bukan hanya dakwah saja, tetapi berbagi mengisi perut yang kelaparan.

Zaid Muzayyan bersama kawan-kawan mencetuskan ide berbagi setiap seminggu sekali, yakni tepat di malam sabtu selepas Salat Maghrib. Bermodalkan niat dan uang infaq yang dikumpulkan para anggotanya.

Jalanan beraspal maupun penuh lubang ditempuh mereka. Hanya untuk sekedar mencari sesuatu. Barangkali masih banyak sesama manusia yang membutuhkan uluran tangan demi membungkam suara perut yang lapar. Mulai dari pemulung, pengamen dan anak jalanan, supir angkot atau siapa saja boleh mengambil dengan sukarela.

Selain berbagi nasi, tercetus juga kegiatan ‘Saur Asik Bareng Yatim (SAIK)’ yang digelar di setiap bulan Ramadhan. Kenapa sahur dipilih untuk berbagi? Agar menjadi refleksi diri jika orang tua telah tiada, bagaimana perasaan mereka akan sepinya sahur tanpa orang tua. “Saat terindah sahur bersama ibu dan ayah mereka harus sendiri, hanya ditemani teman mereka tanpa wajah indah ibu dan ayah. Ini menjadi hal yang membuat kita tergerak,” jelas Zaid.

Seperti pada 1 Juni 2018, kala itu merupakan salah satu kisah pengalaman kegiatan Saik. Bertempat di Panti Asuhan Muslimin Jaya, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan menjadi atmosfer yang luar biasa saat mereka tiba disana. Puluhan anak yatim terdiri dari putra dan putri duduk dengan rapih.

Kegiatan dimulai dengan membaca Quran, kemudian melakukan ice breaking. Dilanjut dengan ngobrol-ngobrol santai. Setelahnya barulah sahur bersama. “Alhamdulillah, semoga segala kebaikan kita semua bermanfaat,” bebernya.

Namun, sejak 2019, karena berbagai kesibukan dari para anggota dan ketuanya. CMM harus beristirahat sementara waktu hingga saat ini. “Sebetulnya banyak dari teman-teman sudah menanyakan kapan akan aktif lagi, insha allah secepatnya,” pungkasnya.(rd/daf)

 

Editor : Fahmi Akbar