MENINJAU : Anggota DPR RI Fraksi PAN, Intan Fauzi bersama Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, Wakil Ketua LP2PP Muhammadiyah, Iyet Mulyana, Ketua PD Muhammadiyah, Wakil Ketua Idrus Yahya, Idrus Yahya, meninjau Gedung BLKK di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Darul Arqam, Jalan Maksum, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan usai diresmikan Kamis (11/01). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyoroti rendahnya gaji bagi guru madrasah dan pondok pesantren.  Terlebih, saat ini tengah pademi Covid-19, yang membuat beban mereka semakin berat.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Umum Pengurus Pusat (Sekum PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti usai meresmikan Gedung BLKK di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Darul Arqam, Jalan Maksum, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan hasil aspirasi Anggota DPR RI Fraksi PAN, Intan Fauzi baru-baru ini.

“Ya memang kan ini masalah nasional yang dihadapi oleh pendidikan agama, khususnya guru-guru pesantren dan madrasah. Memang mereka ini gajinya masih sangat rendah,” tutur Abdul Mu’ti.

Sehingga, sosok yang menolak tawaran menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju ini menilai perlu ada perhatian serius dari pemerintah. Terlebih, setelah pesantren ditetapkan sebagai lembaga pendidikan yang dijamin oleh undang-undang.

“Menurut saya perlu ada keberpihakan dari pemerintah di semua struktur, khususnya dari anggaran tingkat APBN,” katanya.

Karena itu, Abdul Mu’ti melanjutkan, madrasah dan pesantren ini strukturnya langsung di bawah Kementerian Agama.

“Sehingga bagaimana ada keberpihakan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dan pesnatren dan dan itu kan bisa dilakukan dengan kerja sama antara Kementrian Agama dengan Komisi 8 DPR,” tuturnya.

Persoalan ini, tegas Abdul, tidak boleh dianggap sebagai masalah yang sederhana.

“Meskipun demikian perlu dicarikan formula agar lembaga pesantren madrasah lebih mandiri, tidak sepenuhnya tergantung pada dana pemerintah yang dengan kemandiriannya itu bisa meningkatakn kesejahteraan guru dan pegawai lainnya,” ucap Abdul Mu’ti. (cky)