Beranda Utama Mulai Besok Sri Utomo Jabat Plh Walikota Depok

Mulai Besok Sri Utomo Jabat Plh Walikota Depok

0
Mulai Besok Sri Utomo Jabat Plh Walikota Depok
Pj Sekda Kota Depok, Sri Utomo. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dengan berakhirnya masa jabatan Walikota Depok, Mohammad Idris pada Rabu (17/2), jabatan walikota akan diisi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Sri Utomo sebagai Pelaksana Harian (Plh) Walikota Depok, hingga sampai dilantiknya pejabat walikota atau wakil walikota terpilih.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan menegaskan, kepemimpinan Kota Depok untuk sementara waktu akan diisi oleh seorang Plh walikota.

“Sesuai surat Dirjen Otda yang diterbitkan tanggal 3 Februari lalu, maka Sekda akan menjalankan tugas sehari–hari kepala daerah, atau Sekda menjadi Plh Kepala Daerah,” beber Benny kepada Radar Depok, Selasa (16/2).

Selain itu lanjutnya, pelantikan kepala daerah terpilih akan digelar secara serentak dan bertahap. Untuk tahap pertama ini diagendakan pada akhir Februari 2021, yang diikuti oleh daerah yang tidak ada sengketa di MK, dan daerah yang berdasarkan putusan sela MK, kasusnya tidak dilanjutkan atau gugatannya ditolak.

“Pelantikan Walikota Depok terpilih kemungkinan bisa dilakukan di Akhir Februari,” terangnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Depok, Sri Utomo mengaku, ia akan menjabat Plh Walikota Depok mulai Kamis (18/2), dan bertugas sampai dilaksanakannya pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih pada akhir Februari nanti.

“Walikota saat ini masih menjabat sampai 17 Februari, kalau saya mulai menjabat Plh esok harinya,” ucap Sri kepada Radar Depok, Selasa (16/2).

Dia menjelaskan, saat mengisi jabatan sebagai Plh Walikota Depok nanti hanya bertugas untuk melakukan kegiatan biasa kepala daerah dan tidak membuat kebijakan strategis selayaknya kepala daerah definitif.

“Saya gak menetapkan kebijakan, hanya menjalankan urusan biasa seperti, rapat koordinasi, melaksanakan kebijakan sesuai RPJMD,” tuturnya.

Terpisah, pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilih yang sedianya digelar pada Rabu 17 Februari 2021 nampaknya harus ditunda hingga akhir Februari. Kemendagri menyebutkan, alasan penundaan karena masih ada daerah yang terlambat menyerahkan berkas ke Kemendagri.

Terkait hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Sri Utami mengaku, sangat menyesalkan penundaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih yang sedianya dijadwalkan pada 17 Februari. Sri menilai, jika alasannya karena ada daerah yang terlambat menyerahkan laporan atau bersurat ke Kemendagri harusnya sudah bisa diantisipasi sebelumnya, jika ada komitmen pelantikan sejak awal dijadwalkan pada 17 Februari 2021.

“Ini jadi image yang kurang baik bagi Kemendagri, karena masyarakat akan menilai Kemendagri tidak profesional,” ungkap Sri Utami kepada Radar Depok, Selasa (16/2).

Selain itu lanjut Sri, apalagi jika hal itu sampai mengganggu proses perencanaan pembangunan. Mengingat daerah khususnya Kota Depok tengah bersiap merencanakan pembangunan mulai dari Musrenbang Kelurahan, Kecamatan, OPD, dan bermuara pada Musrenbang tingkat kota.

“Sementara RPJMD yang berakhir pada tahun 2021 diharapkan secepatnya segera disusun RPJMD baru, yang mengintegrasikan visi misi dan janji Paslon walikota terpilih. Jika terjadi keterlambatan pelantikan, dikhawatirkan dapat mengganggu proses penyusunan pembangunan tersebut, yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat,” tutur Sri.

Sri berharap, Kemendagri segera melantik Paslon terpilih dengan tidak harus menunggu yang bermasalah di MK.

“Agar tidak terjadi spekulasi ada kepentingan politik di balik penundaan ini. Penundaan hanya beberapa hari, dan diharapkan pelantikan dilaksanakan pada Februari ini,” tegasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR