remaja korea selatan menikah
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Ketidakpastian pandemi virus Korona (Covid-19), membuat pasangan di Korea Selatan (Korsel) enggan untuk menikah dan memiliki anak.

Menurut data tahunan resmi Badan Statistik Korea, jumlah bayi yang diharapkan per wanita Korsel melorot menjadi 0,84 pada tahun 2020. Ini turun lebih dalam dari rekor terendah sebelumnya di negara itu 0,92 di 2019.

Bahkan data tersebut, merupakan angka yang terendah di antara lebih dari 180 negara anggota Bank Dunia. Bahkan jauh di bawah AS tercatat 1,73 dan Jepang 1,42.

Penurunan ini juga menjadi tonggak sejarah yang suram setelah populasi turun untuk pertama kalinya pada tahun lalu. Ekonomi terbesar keempat di Asia adalah negara dengan penuaan tercepat di OECD.

Pemerintah dianggap telah gagal membalikkan penurunan angka kelahiran, meskipun menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk subsidi perawatan anak dan tunjangan cuti melahirkan. Ibukota negara, Seoul, mencatat tingkat kelahiran terendah berada di angka 0,64.

Sebelumnya dari laporan BBC, data Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Universitas Washington AS, tingkat kesuburan global telah turun hampir 50% menjadi 2,4 pada 2017. Jurnal ilmiah The Lancet bahkan memperkirakan angkanya akan di bawah 1,7 pada 2100.

Populasi warga dunia akan mencapai puncak di 2064 yakni mencapai 9,7 miliar orang. Namun akan turun ke 8,8 miliar. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya