Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Utama Pemerintah China Khawatir Pemuda di Negaranya Terlalu ‘Feminim’

Pemerintah China Khawatir Pemuda di Negaranya Terlalu ‘Feminim’

0
Pemerintah China Khawatir Pemuda di Negaranya Terlalu ‘Feminim’
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM, BEIJING — Pernyataan kontroversi dilontarkan Kementerian Pendidikan China, yakni pria muda di negaranya telah menjadi terlalu feminim, sehingga perlu mendapatkan pendidikan lebih jantan.

Namun, pernyataan tersebut, menuai kritikan dari pengguna online, karena dinilai mengandung pesan seksi, seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (4/2).

Pemerinah China menyatakan keprihatinan bahwa panutan pria paling populer di negara Panda itu bukan lagi sosok pria kuat, atletis, seperti “pahlawan tentara”.

Keprihatinan pemerintah itu dikeluarkan dalam proposal yang judul “Mencegah Feminisasi Remaja Laki-laki”. Jadi dalam proposal tersebut menyerukan sekolah-sekolah untuk mereformasi sepenuhnya pendidikan jasmani dan memperkuat perekrutan guru.

Proposal itu menyarankan untuk merekrut pensiunan atlet dan orang-orang dengan latar belakang olah raga, serta “mengembangkan dengan penuh semangat” olah raga tertentu, seperti sepak bola dengan maksud untuk “menumbuhkan kejantanan siswa”. Pada Mei 2020, delegasi dari badan penasihat utama China, Si Zefu, mengatakan, banyak pemuda China yang menjadi “lemah, pemalu, dan merendahkan diri”.

Ada kecenderungan di antara pemuda China laki-laki ke arah “feminisasi”, katanya, yang “pasti akan membahayakan kelangsungan hidup dan perkembangan bangsa China”, kecuali jika “dikelola secara efektif”.

Si Zefu mengatakan, lingkungan rumah turut bertanggung jawab atas “melemahnya laki-laki”. Karena, sebagian anak laki-laki dibesarkan atau mendapatkan pendidikan dari ibu atau nenek mereka.

Ia juga mencatat bahwa meningkatnya daya tarik selebriti pria tertentu membuat banyak anak “tidak ingin menjadi ‘pahlawan tentara'” lagi.

Sehingga, ia mendorong sekolah untuk harus memainkan peran yang lebih besar dalam memastikan anak muda China mendapatkan pendidikan yang seimbang, maskulin. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya