bantuan
Bagikan : Kepala Dinsos Usman Haliyana (nomor kedua dari kanan) datang langsung ke lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Cimanggis. (Istimewa)

RADARDEPOK.COM – Jebolnya tanggul Kali Cipinang di RW 13, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, saat ini baru di buatkan tanggul darurat. Sebelumnya, lokasi tersebut digenang air setinggi orang dewasa hingga akhirnya 226 warga diungsikan, Sabtu (20/2).

Lurah Mekarsari, Iqbal Faroid menjelaskan, sejak sore debit air sudah mulai surut, sehingga masyarakat langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan pengurus lingkungan dan dinas terkait untuk penanganan pasca banjir, seperti membersihkan sisa-sisa lumpur, perbaikan tanggul, hingga ketersediaan air bersih,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (21/2).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, jebolnya tanggul Kali Cipinang mengakibatkan tiga RW di Mekarsari terdampak banjir, yakni RW 6, 13 dan 14. “Di RW 6 kurang lebih 233 KK, RW 13 226 dan RW 14 11 KK. Ketika banjir sejak pagi, sore mereka sudah kembali kerumah masing-masing,” terangnya.

Ketua RW13 Kelurahan Mekarsari, Siswadi menerangkan, perbaikan sepanjang 10 sampai 15 meter sudah dilakukan Sabtu (20/2) sore, ketika debit air mulai surut.

“Pihak PUPR telah membuat tanggul darurat. Tetapi, kami masih menunggu perbaikan tanggul permanen agar ketika hujan turun airnya tidak masuk ke pemukiman warga,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (21/2).

Apalagi, saat ini hujan turun hampir setiap hari. Sehingga warga semakin was-was, karena tanggul yang dibuat belum maksimal. “Untuk sementara, kami secara swadaya akan membeli terpal penutup untuk tanggul darurat, agar air tidak bisa masuk melalui sela-sela tumpukan karung,” terangnya.

Dirinya menyebutkan, saat ini warga di wilayahnya tengah membersihkan sisa-sisa banjir serta sudah mendapat bantuan air bersih dari PMI. “Paling tinggal lumpur-lumpur saja dan nanti kami akan koordinasi dengan Damkar. Serta sampah-sampah sisa banjir juga nantinya kami minta segera diangkut,” ujarnya.

Terpisah, untuk longsor yang terjadi di Jalan Ngarai RT 4/7 Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Sekretaris Kelurahan PGS, Tri Sakti Anggoro menyebutkan pada hari ini kembali datang bantuan 20 anggota Satgas PUPR untuk menyisir puing bagian belakang longsor.

“Warga yang terdampak masih di evakuasi di tetangga sekitar rumahnya. Sedangkan untuk logistik, sudah banyak bantuan yang datang, dan disalurkan untuk dapur umum Tagana, PKS, dan pihak kelurahan,” tegasnya.

Sakti menjelaskan, akibat dari longsor tersebut berdampak pada tiga rumah warga dan empat sepeda motor yang saat ini masih dalam proses evakuasi.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana menyebut, langsung mengirimkan Tagana untuk penyelamatan dan pemberian bantuan logistik saat terjadi bencana. Untuk logistik yang diberikan berupa beras dan makanan siap saji untuk para korban bencana.

“Tagana ini sudah disiagakan di setiap kecamatan. Mereka membantu evakuasi korban bekerja sama dengan Damkar dan PMI Kota Depok. Kemudian Tagana akan melakukan assessment atau pengumpulan data korban untuk pemberian bantuan logisitik,” kata Usman.

Lanjut dia, bantuan logistik di Mekarsari yang berikan antara lain mie instan 400 bungkus, 18 karung beras ukuran 5 kilogram, 15 dus air mineral. Selanjutnya, 108 bungkus biskuit serta 136 kaleng sarden.

Kemudian, bantuan logistik di PGS antara lain 81 bungkus mie instan, 3 bungkus biskuit, 3 karung beras ukuran 5 kilogram. Lalu ada juga 3 kaleng sarden dan 3 dus air mineral.  “Intinya bantuan logisitik akan kami siapkan. Yang utama ini untuk tiga hari ke depan. Jumlah bantuan tersebut tergantung jumlah korban bencana,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana,Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Deny Romulo Hutahuruk menuturkan, korban banjir yang terjadi di Kecamatan Cimanggis sudah kembali ke rumah masing-masing begitu air berangsur-angsur surut.

“Kalau yang banjir warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Kecuali di longsor di PGS, warga yang terdampak masih mengungsi di kediaman tetangganya,” tuturnya.

Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Damkar, DPUPR, Dinsos, Camat, dan Lurah akan terus bersiap siaga apabila terjadi suatu bencana di wilayah. “Kalau kita kan disaat awal bencana kita terjun. Misalkan butuh logistik ke Dinsos, dan pekerjaan ke Satgas Banjir Dinas SDA DPUPR. Termasuk Camat dan Lurah juga siap siaga,” terangnya.

Sekedar informasi, Damkar memiliki 50 petugas yang siaga dalam tanggap bencana serta beberapa fasilitas. Seperti perahu, pompa, tali, alat selam, pacul, linggis, dan alat rescue.

Untuk perkiraan kerugian materi yang dirasakan warga akibat bencana Banjir dan Longsor masih dalam proses perhitungan oleh DPUPR Kota Depok. “Masih dihitung katanya, yang hitung dari DPUPR,” tuturnya.(rd/tul/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah, Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar