Beranda Utama Persatuan Dukun Nusantara Indonesia Agendakan Festival Santet

Persatuan Dukun Nusantara Indonesia Agendakan Festival Santet

0
Persatuan Dukun Nusantara Indonesia Agendakan Festival Santet
Pembentukan organisasi persatuan dukun di Banyuwangi.

RADARDEPOK.COM – Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia resmi didirikan di Banyuwangi, Jawa Timur. Dimana ketuanya adalah Kiai Abdul Fatah Hasan.

Deklarasi pembentukan Perdunu dilakukan di Villa Bejong yang terletak di lereng Gunung Raung, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Rabu (3/2).

Usai dilantik mereka langsung membuat program, yang dalam waktu dekat ini di Bulan Februari 2021 adalah pengobatan gratis non medis.

“Sedangkan di bulan Suro nanti, kami berencana menggelar Festival Santet,” kata Gus Fatah sapaan Kiai Abdul Fatah Hasan, Kamis (4/2). 

Tapi seperti apa bentuk Festival Santet masih dibahas para pengurus. “Ditunggu saja,” kata Gus Fatah.

Tidak hanya dukun, Perduku juga memiliki anggota lintas tokoh dan kiai pesantren.

Persatuan dukun tujuannya menjadi wadah bagi para ahli spiritual Nusantara untuk mengembangkan profesi sekaligus memperbaiki stigmatisasi negatif tentang dukun.

“Jadi Perdunu ini berdiri untuk memberikan edukasi dan meluruskan apa yang menjadi persoalan di masyarakat khususnya tentang santet dan profesi dukun agar tidak salah kaprah,” kata Gus Fatah.

Perdunu bukanlah kumpulan dukun yang bisa diajak untuk menyakiti orang lain, melainkan untuk menawarkan solusi di tengah masyarakat dalam menghadapi permasalahan tak kasat mata.

“Untuk spesifikasi dukun ini kan banyak. Ada yang menangani pengobatan non medis, penglaris usaha, mencari hari baik (nogo dino) dan pengobatan lain sesuai dengan bidang keilmuan yang diemban,” ujar Gus Fatah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Blimbingsari, Tegalsari.

Sekretaris Umum Perdunu, Ali Nur Fatoni mengatakan, selama ini dukun dibutuhkan oleh masyarakat, namun justru disembunyikan karena persoalan stigmatisasi negatif tadi.

“Dengan adanya Perdunu ini maka harapan kami tidak ada lagi dukun yang abal-abal. Ke depan Perdunu akan punya badan hukum karena berbentuk Yayasan,” kata Toni.  (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya