boks lurah curug bicara soal covid-19
Lurah Curug, Juanda

Protokol kesehatan merupakan langkah sederhana, namun paling efektif dalam memutus mata rantai penyeberan Covid-19. Maka dari itu, semua elemen masyarkat diminta untuk terus memtahui kegiatan yang berkaitan dengan langkah ini.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Pagi itu gerimis turun begitu awet. Lurah Curug, Juanda yang baru saja selesai melakukan rapat dengan pengurus Kampung Siaga Covid-19 (KSC), Kelurahan Curug masuk ke dalam ruangannya sembari membawa secangkir kopi.

Juanda memang terkenal seorang pecinta kopi liong, apalagi cuaca sedang gerimis mengundang. Momennya dirasa sangat pas untuk menyeruput kopi dengan bubuk yang padat itu.

Slurrrppppp… Terdengar suara yang keluar saat Juanda menyeruput kopi hitam pekat di genggamannya itu.

Namun, dibalik kenikmatan kopi hitam itu, tampak ada getir yang dia rasakan. Bukan karena kopi, tapi karena permasalahan Covid-19 yang belum juga reda yang tersimpan di benak Juanda. Masih ada aja warga yang kena Covid-19, belum reda-reda,” kata Juanda.

Saat ini, masih ada puluhan warga Kelurahan Curug yang terpapar Covid-19. Untungnya, semua penderita melakukan isolasi mandiri, karena fisik mereka kuat sehingga tidak ada gejala yang hinggap.

Saat ini ada 21 orang warga saya yang isolasi mandiri, mereka terkena klaster keluarga,”tuturnya.

Sebenarnya, penyakit ini bukan tidak bisa dicegah. Organisasi kesehatan dunia mengatakan, salah satu cara paling efektif untuk mencegah Covid-19 ialah dengan menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta tidak membuat kerumunan.

Saya selalu mengimbau warga untuk mentaati protkol kesehatan, baik itu lewat forum resmi maupun dalam agenda kunjungan saya ke masyarakata,” tukasnya. (*)

Editor : Junior Williandro