Beranda Utama Said Aqil : Silakan Belajar ke Arab Saudi, Tapi Jangan Ambil Budayanya

Said Aqil : Silakan Belajar ke Arab Saudi, Tapi Jangan Ambil Budayanya

0
Said Aqil : Silakan Belajar ke Arab Saudi, Tapi Jangan Ambil Budayanya
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Silakan belajar ke berbagai negara, salah satunya Arab Saudi, tapi ketika kembali ke Indonesia hanya membawa ilmunya saja, jangan membawa budaya dari negara yang menjadi tempat belajar. 

Itu adalah pesan dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mempersilakan kepada generasi muda NU.

“Sering saya katakan, silakan belajar cari ilmu ke Arab, Gus Dur keluaran Irak, Gus Mus keluaran Mesir, Pak Quraish Shihab Mesir, Alwi Shihab juga adiknya, Pak Aqil Munawar keluaran Mekkah, senior saya itu, saya jelek-jelek 13 tahun di Mekkah ini, S1 sampai S3, pulang jangan bawa budayanya, bawa ilmunya. Kenapa? Budaya kita lebih unggul dari pada budaya Arab,” ujar Said.

“Contoh, contoh satu saja kecil, di sana lewat di depan orang sedang salat biasa, malah melangkahi kepala orang lagi sujud biasa, yang sudah haji pasti sudah mengalami kepalanya dilangkahi lagi sujud. Itu di kita jangan coba-coba melangkahi kepala orang lagi sujud atau lewat di depan orang lagi salat saja sudah jelek sekali di kita ini,” sambungnya.

Selain itu, Said juga mencontohkan budaya keluarga orang Arab. Disaat adik memanggil kakaknya langsung menyebutkan nama. Sementara di Indonesia ada panggilan sapaan yang lebih sopan sebelum nama.

“Di sana adik panggil kakak tidak ada ‘kak, mas, bang’, nggak ada, namanya saja langsung. Di kita betapa jeleknya, adik panggil namanya saja kepada kakaknya harus ada kang, kak, mas bang, itulah budaya kita lebih baik daripada mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Said tak hanya menyebut negara Timur Tengah saja. Dia juga mempersilakan generasi muda NU untuk belajar ke Eropa hingga Amerika.

“Yang kuliah silakan kuliah ke Amerika, Eropa, Australi, monggo, tapi pulang bawa teknologi, jangan bawa budaya,” katanya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya