Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Utama Selain Sepeda, Berikut Harta yang Termasuk dalam SPT Tahunan

Selain Sepeda, Berikut Harta yang Termasuk dalam SPT Tahunan

0
Selain Sepeda, Berikut Harta yang Termasuk dalam SPT Tahunan
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Sepeda adalah bagian dari daftar aset di Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sejak tahun pajak 2020. Hal ini dilakukan Direktorat Jenderal Pajak ( DJP) seiring dengan meningkatnya animo masyarakat yang melakukan kegiatan bersepeda dalam satu terakhir.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Neimaldrin Noor menjelaskan, sepeda termasuk dalam jenis harta yang wajib dilaporkan dalam SPT.

Pasalnya, semua jenis harta pada prinsipnya harus dilaporkan di SPT Tahunan.

“Sepeda adalah salah satu jenis harta dan harus dilaporkan dalam SPT. Kodenya adalah 041,” jelas Neil, Senin (22/02).

Untuk diketahui, SPT merupakan surat yang digunakan wajib pajak untuk melaporkan penghitungan atau pembayaran pajak, obyek pajak dan atau bukan obyek pajak, serta harta dan kewajiban. Hal itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Di dalam pasal 3 UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) disebutkan, SPT harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas. Neil menjelaskan, secara garis besar, harta yang dilaporkan dalam SPT adalah dalam bentuk kas dan setara kas, piutang, investasi, alat transportasi, harta bergerak lainnya, dan harta tidak bergerak.

“Contoh yang lebih spesifik seperti uang tunai, tabungan, saham, obligasi, surat utang, reksadana, sepeda motor, mobil, logam mulia, peralatan elektronik, tanah, dan bangunan,” ujar dia.

Neil pun mengakui, dalam pembuatan laporan harta dalam SPT masih banyak wajib pajak yang kebingungan. Hal itu terjadi karena wajib pajak belum membaca petunjuk pengisian SPT atau semakin berkembangnya jenis-jenis harta dan investasi mereka.

Ia pun mengimbau kepada WP yang jenis hartanya tidak ada di dalam SPT bisa menggunakan jenis harta ‘lainnya’. “Pada praktiknya masih banyak wajib pajak yang bingung dalam melaporkan harta di SPT.

Mungkin karena belum membaca petunjuk pengisian SPT atau karena semakin berkembangnya jenis-jenis harta dan investasi mereka. Pada Prinsipnya semua jenis harta dilaporkan di SPT,” jelas Neil. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya