Beranda Utama Selasa Satgas Covid-19 Depok Lobi Kostrad, Bahas RS Darurat Korona

Selasa Satgas Covid-19 Depok Lobi Kostrad, Bahas RS Darurat Korona

0
Selasa Satgas Covid-19 Depok Lobi Kostrad, Bahas RS Darurat Korona
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

RADARDEPOK.COM – Selangkah lagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, menambah jumlah fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengatasi kasus Covid-19 di Kota Depok. Bila tak ada aral melintang, Selasa (7/2) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok akan  menjajaki peluang mengalihfungsikan Wisma Atlet Kostrad di Cilodong sebagai rumah sakit.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat terkait tindaklanjut dari mengalihfungsikan Wisma Atlet Kostrad di Cilodong sebagai rumah sakit darurat bagi penanganan Covid-19. “Selasa mau dirapatkan, untuk saat ini langkah-langkahnya belum dapat dipublish,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (7/2).

Selain di Kostrad, sebenarnya masih ada dua lokasi lagi yang memang potensial untuk dijadikan faskes. Keduanya juga milik kementerian. “Satu-satu dahulu. Mudah-mudahan di Kostrad ada titik terang bisa digunakan,” jelasnya.

Dadang mengatakan, dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup. Taat protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir serta menjaga jarak fisik saat di luar rumah,” ujar Dadang.

Perlu diketahui, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok pada Minggu (7/2). Positif Covid-19 bertambah 306 orang. Penambahan itu membuat jumlah total positif Covid-19 di Depok kini 29.611 orang. Laporan hari ini juga menyebut korban positif Covid-19 meninggal dunia bertambah lima orang. Totalnya telah mencapai 617 orang atau 2,08 persen

Sedangkan kasus konfirmasi aktif sebanyak 4.524 orang atau 15,28 persen. Untuk suspek aktif sebanyak 753 orang atau 4,77 persen dan kontak erat aktif sebanyak 2.344 orang atau 6,85 persen

Adapun pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah 267 orang. Penambahan ini menjadikan jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh sebanyak 24.470 orang atau 82, 64 persen dari total kasus konfirmasi positif.

Terdapat juga pasien probabel aktif sebanyak 38 orang atau 22,62 persen yang merupakan kasus suspek dengan ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 tetapi belum ada hasil pemeriksaan laboratorium Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Walikota Depok, Mohammad Idris mengaku, kembali menjajaki peluang mengalihfungsikan Wisma Atlet Kostrad di Cilodong sebagai rumah sakit darurat bagi penanganan Covid-19. Ini sebetulnya sudah disampaikan sejak September 2020. Namun, hingga hari ini tak kunjung terlaksana. Penjajakan kembali sudah dilakukan sejak 3 pekan lalu. “Pihak Kostrad mengatakan otoritasnya ada pada KSAD, sebab itu aset Pusat. Jadi atas izin KSAD,” ujar Idris.

Dia juga berupaya minta untuk dijembatani oleh teman-teman untuk izin ke KSAD, terkait penggunaan Wisma Atlet itu. Karena memang Wisma Atlet itu masih rutin digunakan oleh anggota TNI, untuk latihan maupun diklat.

Idris berharap Kostrad mempertimbangkan permintaannya kali ini. Dia juga mengaku, sudah mengirim Tim Satgas Covid-19 untuk menjelaskan kondisi pandemi saat ini, termasuk data-data kasus positif, rumah sakit, serta ketersediaan ruang isolasi. Menurut rencana, Wisma Atlet Cilodong bakal difungsikan untuk merawat para pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala, namun masuk kategori rentan.

“Karena ada juga orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan yang sekarang mereka minta secara khusus dirawat, antara lain OTG dari usia lansia. Kan takutnya risikonya tinggi makanya keluarga minta dirawat,” ungkap Idris.

Di samping itu, Idris juga menyampaikan rencana serupa pada salah satu gedung diklat milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bojongsari. Lokasi lain, salah satu sekolah keimigrasian milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Gandul Kecamatan Cinere. Gedung di kedua lokasi tersebut sekarang tak terpakai karena aktivitas belajar berlangsung jarak jauh. “Masih proses dan ada beberapa tempat yang kita prosesnya juga masih tahap awal, yaitu komunikasi dulu,” kata dia.(rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar