Vaksinasi Tenaga Kesehatan Depok
IST FOR RADAR DEPOK SEHAT: Salahsatu tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Cilodong diberi suntik Vaksin Covid-19 tahap kedua, Sabtu (30/1). Berdasarkan data per 30 Januari, jumlah total yang tervaksin di Kota Depok pada termin satu mencapai 8.861 orang (80%), terdiri dari Nakes dan pejabat. FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Setelah menerima vaksin Covid-19 sebanyak 30.060. Senin (1/3) mendatang, sasaran pelayan publik dan lansia akan disuntuk vaksin asal Tiongkok tersebut. Faktanya, vaksin tahap kedua sudah mulai didistribusikan ke 60 fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Depok, sejak Jumat (26/2).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, pada hari ini (kemarin) vaksin Covid-19 sudah mulai didistribusikan kepada 60 faskes yang ada di Kota Depok. Antara lain, ke 38 puskesmas, 20 Rumah Sakit (RS) swasta, ke RSUD Depok, dan ke RS Bhayangkara Brimob.

“Karena hari ini sudah didistribusikan. Sabtu dan Minggu besok sudah mulai koordinasi dan buat jadwal. Maka, Senin (1/3) vaksin Covid-19 tahap kedua sudah bisa diberikan kepada masyarakat,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (26/2).

Mekanismenya vaksin Covid-19 pada tahap kedua, tidak jauh berbeda dengan tahap satu kemarin. Calon penerima vaksin Covid-19 nantinya akan dilakukan screening sebelum divaksin. Dan ada beberapa kriteria yang berubah. “Kalau di tahap satu kemarin, orang yang pernah terpapar covid-19 tidak boleh divaksin. Sekarang di tahap kedua boleh,” sambungnya.

Dia menambahkan, orang yang pernah terpapar Covid-19 boleh divaksin, asalkan sudah terpapar Covid-19 lebih dari tiga bulan. Dan pertanyaan lainnya hanya penegasan-penegasan yang memang sebelumnya sama seperti tahap kesatu. “Untuk mekanismenya, nanti akan di atur, wartawan akan di faskes mana, pedagang akan di faskes mana, dan juga lainnya akan di faskes mana. Jadi, tidak sesuai domisili,” lanjutnya.

Hal tersebut dilakukan, agar jumlah pelayan publik yang sudah divaksin bisa dilihat dan dikontrol dengan benar. Pasalnya, kalau diarahkan sesuai domisili, akan susah mencatat siapa saja yang belum vaksin dan berapa banyak yang sudah vaksin. “Jadwal wartawan di faskes mana, pedagang di faskes mana, dan lainnya masih belum bisa dilihat jadwalnya. Minggu nanti baru bisa dipastikan,” ucapnya.

Dia berharap, kepada para calon penerima vaksin Covid-19 tahap kedua agar bisa menjaga diri dan menjaga kesehatan sebelum divaksin. Agar nanti saat akan melakukan vaksin tidak sakit dan bisa lolos cek kesehatannya. “Jangan nanti pas mau disuntik vaksin malah demam, makanya harus jaga kesehatan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Farmasi Kota Depok, Imelda mengatakan, proses distribusi vaksin dikawal ketat oleh unsur TNI-Polri. Pengawalan dilakukan dari gudang farmasi hingga faskes. “Proses distribusi vaksin sampai dibawa ke faskes dikawal langsung oleh petugas TNI dan kepolisian,” tuturnya.

Dalam proses penjemputan vaksin, petugas kesehatan harus membawa vaccine carrier atau box penyimpanan. Karena, suhu penyimpanan vaksin harus menenuhi syarat yaitu 2-8 derajat celcius. “Karena itu wajib membawa vaccine carrier yang dilengkapi dengan cool pack yang sesuai,” tambahnya.

Perlu diketahui, sebanyak 3.340 vial untuk 30.60 dosis vaksin (dosis 1 dan 2), hari ini didistribusikan ke faskes. Nantinya, vaksin tersebut akan diberikan kepada 15.030 sasaran. Terdiri dari pelayan publik seperti wakil rakyat, pejabat negara, atlet, tokoh agama, pedagang pasar, guru, ASN, TNI, Polri, wartawan dan pelayan publik lainnya.

Pemerintah Kota Depok kembali mengumumkan penambahan kasus Covid-19, Jumat (26/2), termasuk pasien yang dinyatakan pulih dan meninggal dunia. Pemerintah Kota Depok mencatat 262 kasus baru Covid-19, 314 pasien Covid-19 pulih, serta 5 lainnya wafat. Kini kasus aktif Covid-19 di Depok berkurang 57 dibandingkan kemarin menjadi 3.683 pasien.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar