Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Pendidikan Tingkatkan Mutu, Kemendikbud Ajak Kepsek Daftar Program Sekolah Penggerak

Tingkatkan Mutu, Kemendikbud Ajak Kepsek Daftar Program Sekolah Penggerak

0
Tingkatkan Mutu, Kemendikbud Ajak Kepsek Daftar Program Sekolah Penggerak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim
mendikbud nadiem makarim program
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Program Sekolah Penggerak menjadi upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter.

Program yang dijalankan pada 2021-2022 ini, akan menyasar ke 2.500 sekolah di 34 Provinsi dan 111 Kabupaten/ Kota, dimulai dengan pendaftaran peserta oleh Kepala Sekolah (kepsek) di daerah penyelenggara sebelum 6 Maret 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerangkan, Program Sekolah Penggerak bukanlah untuk memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, tetapi untuk mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.

“Bukan jadi sekolah favorit atau unggulan karena inputnya bisa berbeda. Kita tidak akan mengubah input sama sekali, bukan memilih sekolah unggul, bukan memilih sekolah yang kemampuannya anaknya bagus. Bisa sekolah belum memadai di bawah rata-rata sehingga perubahan lebih terasa,” papar Nadiem.

Nadiem menerangkan, dengan Program Sekolah Penggerak ditargetkan dalam kurun waktu 3 tahun bisa meningkatkan mutu pendidikan, seperti kompetensi kepala sekolah dan guru.

Nadiem menjelaskan, Kemendikbud akan memilih sekolah yang memiliki minat dan kemauan tinggi untuk bertransformasi.

“Kita memilih sekolah di beragam tahap, ada tahap 1, ada tahap 2, dan awal mereka bergabung dari program ini, kita memilih sekolah yang punya minat dan kemauan untuk bertransformasi. Kita akan memilih hati-hati berdasarkan minat kepsek, bukan hanya negeri namun swasta,” jelas Nadiem.

Harapannya, lanjut dia, Kemendikbud bisa mengukur seberapa jauh sekolah bisa berkembang dari posisi awal.

Perkembangan tersebut, lanjut Nadiem, terdiri dari empat tahapan transformasi yang akan dilalui sekolah dalam waktu 3 tahun ajaran.