Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.
Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.

RADARDEPOK.COM, BEKASI – Untuk dapat berkembang dan eksis di pasar. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus kreatif, jeli lihat peluang dan strategi marketing yang baik. Sehingga produknya diterima masyarakat.

“Saya mendengar ada satu UMKM kreatif Singkong Thailand (Sintha),” kata Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok.

Dia mengungkapkan, Singkong Thailand sendiri produk olahan singkong di mana owner mencoba mengangkat produk lokal. Singkong ini berasal dari negara Brazil dan berkembang pesat di negara Thailand dan Indonesia.

Kemudian, lanjut Rizki, ownernya melakukan analisa di mana, bahan baku produksi Sintha, yakni singkong banyak di Indonesia. Tetapi, tidak banyak orang yang mau membuat singkong ini menjadi produk makanan yang istimewa.

“Sekarang omzetnya lumayan bisa puluhan juta sebulan. Itu lah mengapa para pelaku UMKM harus jeli melihat peluang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, UMKM merupakan salah satu pondasi ekonomi Indonesia. Di mana, saat krisis moneter 1998, UMKM ini dapat bertahan dari serangan krisis dan tetap eksis. Saat ini, UMKM dapat membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu negara karena sektor ini akan banyak menyerap tenaga kerja.

“Sintha saat ini sudah merekrut karyawan untuk membantu produksinya, serta menjual sistem reseller dan waralaba. Hal ini juga perlu ditunjang dengan strategi marketing yang bagus,” katanya.

Ia pun berharap agar pelaku UMKM dapat terus berinovasi dan tidak bosan membuat terobosan-terobosan, baik dalam mengembangkan produk dan marketingnya. Sehingga, dapat berkembang dan membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain.

“Pelaku UMKM itu harus memiliki semangat juang yang tinggi. Jangan, baru sekali gagal sudah menyerah dan banting setir. Harus bangkit dari kegagalan dan jeli melihat peluang serta keinginan pasar,” pungkasnya. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah