Beranda Metropolis Vihara Gayatri Batasi Pengujung 50 Persen Saat Imlek

Vihara Gayatri Batasi Pengujung 50 Persen Saat Imlek

0
Vihara Gayatri Batasi Pengujung 50 Persen Saat Imlek
ARNET/RADARDEPOK BERSOLEK IMLEK : Salah seorang pengurus Vihara Gayatri saat membersihkan salah satu patung yang berada di sudut Vihara. Sejumlah hiasan imlek telah terlihat di vihara tersebut, yang terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Jumat (05/02)

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perayaan tahun baru Cina atau biasa yag kerap di kenal Imlek sudah mulai terasa. Apalagi, di lokasi rumah ibadah Vihara Gayatri di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Kota Depok. Jumat (5/2), beberapa pengurus sudah terlihat sibuk membersihkan sudut ruangan hingga patung mneyambut perayaan 12 Februari mendatang.

Salah soerang pengurus Vihara Gayatri, Mastus menyampaikan, persiapan Imlek sudah dilakukan sejak Januari. Patung Dewi Kwan Im yang menjadi simbol tuan rumah pada vihara tersebut sudah dibersihkan guna menyambut Imlek. “Ada sekitar 10 orang yang sudah mulai aktif merapihkan dan membersihkan lingkungan vihara, ini memang menjadi tradisi sebelum hari H,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (5/2).

Dia menjelaskan, penerapan Imlek di tengah pandemi belum diinformasikan ke pihak Vihara terkait pelaksaan teknisnya. Tapi yang dipastikannya, pembatasan pengunjung pasti akan dilakukan, sebab berkaca pada tahun sebelumnya, jumlah pengunjung selalu membludak.

Sebab disampaikan Mastus, pengunjung bukan haya dari Kota Depok atau Jabodetabek semata, bahkanm dari luar kota, luar jawa juga turut hadir dalam perayaan imlek di Vihara Gayatri.

“Ada yang dari Kalimantan juga, dari Palembang juga ada. Tapi tahun ini kita belum tau pelaksanaan teknis seperti apa, karena harus tetap dengan protokol kesehatan,” ungkapnya sambil membersihkan salah satu patung.

Tapi dipastikannya, tentu ada cara yang berbeda melangsungkan perayaan Imlek pada tahun 2021, yakni dengan protokol kesehatan. Pihak Gayatri juga telah mempersiapkan alat pengecek suhu tubuh, menyediakan masker, dan menyediakan alat cuci tangan serta hand sanitaizer di berbagai titik.

“Iya pasti kalau itu, bahkan dari sekarang sudah ada. Salah satu titiknya, di dekat 7 sumur, patung Dewi Kuan Im, dan beberapa titik lainnya,” papar Mastus.

Namun, Vihara ini telah mempersiapkan penerapan perayaan Imlek, seperti pengunjung dibatasi 50 persen dari kuota yang seharusnya. Lalu, bagi pengunjung yang telah berdoa untuk segera meninggalkan Vihara, agar tidak terjadi kerumunan.

“Kami juga akan melarang berdoa sambil berhadapan dan wajib menjaga jarak. Semua memang kita persiapkan, tinggal pelaksanaan teknisnya saja,” kata Maskus.

Dari pantuan yang dilakukan, beberapa pengunjung mulai terlihat menyambangi Gayatri, terutama memanfaatkan 7 sumur tersebut. Namun pengurus telah bersiap untuk memantau penmgunjung untuk tetap menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan lainnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar