Beranda Satelit Depok Walikota Restui Agrowisata Situ Tujuh Muara

Walikota Restui Agrowisata Situ Tujuh Muara

0
Walikota Restui Agrowisata Situ Tujuh Muara
SAMPAIKAN RENCANA : Camat Bojongsari, Dede Hidayat, memaparkan rencana pembangunan Kecamatan Bojongsari untuk 2021. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI –  Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bojongsari fokus pada pembangunan ekonomi dan agrowisata di Situ Tujuh Muara.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, potensi wilayah Kecamatan Bojongsari masih cukup luas. Sementara jumlah penduduknya, sekitar 137,550 jiwa. Jauh lebih luas wilayah dibanding penduduknya.

Maka dari itu, dia mengimbau agar masyarakat bisa memaksimalkan lahan yang ada untuk kemajuan wilayah itu. “Saya mendukung mimpi warga Bojongsari untuk membuat agrowisata di Situ Tujuh Muara. Hanya saja harus dipastikan jika lahanya cukup,” katanya, dalam Musrenbang Kecamatan Bojongsari, belum lama ini.

Dikatakannya, dengan kondisi saat ini , Pemerintah Pusat sudah mengimbau untuk tidak berlebihan menggunakan anggaran belanja. Namun, bila ada lahan milik provinsi atau kota yang dimanfaatkan, dirinya  mempersilahkan pembuatan Agrowisata di Situ Tujuh Muara.

“Meskipun demikian ini menjadi catatan bagi saya, karena ini sebagai tempat pembudidayaan ikan hias, penjualan produk UMKM, kuliner dan wisata air sehingga kecamatan Bojongsari mampu untuk mendongkrak perekonomian dan peningkatan IPM,” tukas Idris.

Sementara itu, Camat Bojongsari, Dede Hidayat mengatakan, besarnya wilayah Kecamatan Bojongsari serta tingginya potensi alam, membuat Bojongsari butuh tempat sebagai pusat pengembangan seni budaya dan penjualan produk UMKM. “Ini adalah mimpi masyarakat Bojongsari untuk mempunyai wadah yang bisa dijadikan pusat penjualan ikan hias dan tanaman hias, ” ucap Dede.

Dia menuturkan, Situ Tujuh Muara merupakan  lokasi yang tepat dan strategis untuk dijadikan pusat pengembangan, penjualan ikan hias, tanaman hias, kuliner, serta produk UMKM. Juga sebagai tempat wisata air yang sangat baik.

Dengan begitu, lanjut Dede, rencana optimalisasi potensi wilayah untuk meningkatksn daya saing menuju kecamatan Bojongsari yang maju, berbudaya dan sejahtera bisa terealisasi. “Mengutamakan produk lokal (UMKM) dari hasil kerajinan rumahan untuk di pasarkan di pusat belanja dan agrowisata Situ Tujuh Muara. Disinilah mimpi warga untuk bisa terwujud, ” ucapnya.

Sementara ini, penjualan ikan hias hasil wilayah Kecamatan Bojongsari, masih berada di wilayah Parung, Bogor. Sehingga wilayah tetangga jadi lebih diuntungkan. “Yang jualan rata rata orang Bojongsari, pasalnya Depok sendiri tidak ada wadah khusus untuk penjualan ikan hias, terutama jenis ikan neon tetra yang sudah terkenal sampai Asia dan Eropa, ” tandasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro