warga perumahan di beji tolak ada hunian
LANGGAR PERATURAN : Penampakan bangunan rumah yang diduga melanggar izin. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BEJI – Warga Perumahan Pondok Mahoni Permai, di Jalan Haji Asmawi, Kelurahan/Kecamatan Beji, menolak kegiatan pembangunan sebuah rumah hunian yang sedang dilakukan, tepat di samping perumahan mereka.

Salah seorang warga Pondok Mahoni Permai, Hafez Akbar mengatakan, pembangunan rumah yang berada di sebelah rumah Blok A3, dianggap melanggar hukum karena tidak dilengkapi izin.

Kami sebagai warga di sini merasa tidak pernah dimintai izin dalam pembangunan ini, padahal kami merupakan tetangga yang paling dekat dengan lokasi pembangunan,” katanya, Kamis (25/2).

Dia mengungkap, pembangunan itu juga dinilai warga melangkahi prosedur pembangunan yang berlaku di Depok, karena tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Kami tidak melihat adanya IMB yang terpasang. Ini kan sudah melanggar namanya,”ucapnya.

Selain itu, yang membuat warga lebih jengkel, pembangunan itu diduga dilakukan di atas lahan yang menjadi Fasos Fasum perumahan Pondok Mahoni Permai.

Kami dulu ada perjanjian lisan dengan mantan developer tidak bertanggungjawab atas nama Budi yang kini sedang membangun rumah tak berizin ini. Lahan di atas rumah yang sedang dibangun ini merupakan Fasos Fasum perumahan kami, akan tetapi saat itu dia kabur dan melalaikan kewajibannya. Begitu muncul kepermukaan setelah sekian lama langsung membuat bangunan yang sedang dimasalahkan ini,” bebernya.

Lebih lanjut, dia berharap, Pemerintah Kota Depok bisa segera menindak dugaan pelanggaran dalam pembangunan rumah ini, sebab, jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan banyak orang yang akan emelakukan pelanggaran yang serupa.

Peraturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, kalau Depok mau maju, semua warga harus taat akan peraturan yang ada,” tukasnya.

Sementara itu, Lurah Beji, Untung Setyo, belum bisa mengomentari permasalahan pembangunan rumah ini. Dia mengaku belum bisa memberikan jawaban ketika dikonfirmasi Radar Depok. “Jangan sekarang ya, besok aja,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro