Beranda Utama 1.644 Calon Jamaah Haji Depok Galau Gara-gara Arab Saudi 

1.644 Calon Jamaah Haji Depok Galau Gara-gara Arab Saudi 

0
1.644 Calon Jamaah Haji Depok Galau Gara-gara Arab Saudi 
Kasi PHU Kemenag Depok, Hasan Basri

RADARDEPOK.COM – Jamaah haji Kota Depok harus banyak-banyak bersabar. Hingga kemarin (8/3), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum juga merespon kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M, di Indonesia. Alhasil, sebanyak 1.644 calon jamaah haji Kota Depok yang tertunda di 2020 pemberangkatannya akibat pandemi Covid-19, masih menunggu.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Depok, Hasan Basri mengatakan, calon jamaah haji Kota Depok yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) sesuai Keppres Nomor 6 Tahun 2020, ada sebanyak 1.644 orang.

“Pasca diterbitkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2020 M/1441 H, ada sebanyak sembilan calon Jemaah haji yang mengajukan penarikan setoran biaya pelunasan dengan alasan tertentu,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (8/3).

Namun, calon jamaah haji tersebut tetap memiliki kesempatan keberangkatan di tahun selanjutnya, dengan melakukan proses pelunasan BIPIH kembali. Kemudian, ada sebanyak 29 calon Jemaah haji tahun 2020 M/1441 H yang mengajukan pelimpahan porsi.

“24 orang disebabkan karena wafat dan lima orang karena sakit permanen. Hal tersebut sesuai dengan Kepdirjen PHU Nomor 130 Tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan pelimpahan nomor porsi Jemaah haji meninggal dunia atau sakit permanen,” jelasnya.

Sampai saat ini, pihaknya tetap mempersiapkan seluruh dokumen calon Jemaah haji tahun 2020 yang tertunda. Namun, terkait kepastian keberangkatan pada 2021, Hasan mengaku hal tersebut menjadi kewenangan pusat. “Kami masih menunggu informasi dari pusat, kalau untuk pemberangkatan di 2021,” tegasnya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah hingga saat ini masih berusaha meminta bertemu langsung dengan pejabat terkait di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Menurut Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Eko Hartono, ikhtiar tersebut dilakukan untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan aktif antara RI dan Kerajaan Saudi.

“KJRI beberapa waktu lalu sudah menghubungi langsung pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Arab Saudi). Ini kami minta ketemu lagi. Cuma, belum ada respons,” ujar Eko Hartono.

Dia mengungkapkan, berbagai persiapan fisik pelaksanaan ibadah haji 2021 belum terlihat di lapangan. Hingga kini, pihak Arab Saudi belum memberitahukan secara resmi memorandum of understanding (MoU) penyelenggaraan ibadah haji 2021.

Sebelum pandemi melanda, pemerintah setempat biasanya sudah menyepakati MoU dengan negara-negara pengirim jamaah kira-kira tujuh bulan menjelang musim haji tiba.

Eko mengaku setuju dengan keinginan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menargetkan batas waktu hingga Maret 2021 untuk kepastian pelaksanaan ibadah haji. Ia pun berharap, Kerajaan Saudi dapat mengadakan MoU dengan negara-negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia, paling lambat tiga bulan sebelum datangnya musim haji.

“Kalau kurang dari itu (tiga bulan), agak berat bagi negara seperti Indonesia karena banyak jamaahnya,” ujar dia.

Eko meluruskan beberapa kabar yang menyebut Menteri Kesehatan Arab Saudi mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi bagi semua calon jamaah haji pada musim haji 1442 H/2021 M. Menurut dia, kewajiban vaksinasi sejauh ini hanya untuk para petugas kesehatan haji setempat, bukan jamaah Saudi maupun internasional.

“Yang ada adalah surat dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Saudi ke Kementerian Haji dan Umrah (Saudi) agar petugas kesehatan haji divaksin. Jadi, masih internal sifatnya, yakni untuk petugas Saudi,” ujarnya. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar