pelaku bom bunuh diri makassar
Foto dua terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

RADARDEPOK.COM – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam menjelaskan, dua pelaku bom bunuh diri yang meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (29/03) adalah pasangan suami istri.

Irjen Merdisyam menuturkan, pelaku yang berinisial LL, perempuan YSR tidak sempat masuk ke dalam gereja.

Ada beberapa fakta tentang pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

1. Tubuh Hancur

Irjen Merdisyam mengatakan, korban bom bunuh diri yang meninggal dunia itu, kondisi badannya hancur dan beberapa bagian tubuhnya rusak karena ledakan. Pelaku bom bunuh diri ini tidak sempat masuk ke dalam gereja.

Saat itu, petugas pengamanan gereja sempat menahan pelaku bom bunuh diri di pintu gerbang, saat bersamaan juga proses peribadatan sudah selesai.

“Tidak sempat masuk, karena saat itu pengamanan gereja mencurigai orang yang akan masuk gereja. Ledakannya itu di pintu gerbang dan tidak sempat masuk gereja,” katanya.

2. Pengantin Baru

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pelaku bom bunuh diri merupakan seorang laki-laki dan perempuan. Dari data yang diperoleh keduanya merupakan pasangan suami istri atau pasutri.

“Pelaku pasangan suami istri, baru menikah enam bulan,” kata Argo kepada wartawan, Senin (29/03).

3. Didoktrin 4 Orang

Kabarnya ada empat orang yang mendoktrin tentang radikalisme ke pasutri pelaku bom Makassar ini. Empat sekawan yang berinisial AS, SAS, MR, dan AA itu sudah ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, empat orang tersebut punya peran yakni memengaruhi LL dan YSR, untuk melakukan bom bunuh diri di gereja tersebut saat para jemaat hendak melakukan ibadah.

“Perannya sama-sama dengan L dan YSR. Mereka dalam satu kelompok kajian di Villa Mutiara, yang kasih doktrin dan persiapan jihad dan berperan membeli bahan alat peledak bom bunuh diri,” kata Jenderal Listyo, di Mapolda Sulsel, Senin (29/03).

4. Tergabung dengan Kelompok JAD

Dari semua yang ditangkap termasuk pengantin bom, mereka adalah kelompok yang tergabung dalam Jamaah Asharut Daulah (JAD) Sulsel, dan pernah terlibat dalam operasi di Dolo, Filipiina pada tahun 2012.

5. Punya Hubungan dengan Banyak Terduga Teroris

Selain itu, terduga pelaku ini memilki keterkaitan dengan penangkapan 19 terduga teroris di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan di Kabupaten Enrekang, pada Januari 2021 lalu. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya