Beranda Utama 6.831 Jiwa Sudah Divaksin di Depok Kemudian PPKM Diperpanjang Deh

6.831 Jiwa Sudah Divaksin di Depok Kemudian PPKM Diperpanjang Deh

0
6.831 Jiwa Sudah Divaksin di Depok Kemudian PPKM Diperpanjang Deh
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Vaksinasi tahap dua terus digeber Kota Depok. Senin (8/3), pemberian anti body terhadap virus mematikan tersebut sejauh ini sudah mencapai 6.381 jiwa.  Ribuan jiwa tersebut, sasaranya lansia dan pelayan publik yang terdiri dari TNI/Polri, pejabat, wartawan, dan pedagang dilakukan sejak 1 Maret 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, sejauh ini vaksinasi tahap kedua masih berlangsung atau masih berjalan. “Sudah ada 6.381 jiwa yang divaksin tahap kedua,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (8/3).

Lebih merinci, Novarita menyebutkan sasaran vaksinasi tahap kedua bagi wakil rakyat dan pejabat negara adalah sebanyak 279 orang yang divaksin di Rumah Sakit (RS) Hermina. Yang terdiri dari kejaksaan 71, DPRD 117, dan pengadilan negeri 91.

“Kemudian untuk eselon 2 dan 3 ada sebanyak 180 sasaran. Eselon 4 Operasi Perangkat Daerah (OPD) ada sebanyak 351 orang. Dan eselon 4 kecamatan dan kelurahan ada sebanyak 306 orang. Divaksinasi di RS Mitra Keluarga,” jelasnya.

Kemudian, pelayan publik Aparatur Sipil Negara (ASN) PD ada sebanyak 378 orang yang menjadi sasaran vaksinasi. Terdiri dari layanan Disdukcapil kecamatan dan kelurahan 90 orang, DLHK (UPTD Pemakaman) sebanyak 108 orang, dan Dinsos sebanyak 180 orang. “ASN PD divaksinasi di RS Bhakti Yuda,” sambungnya.

Sasaran bagi Dishub ada sebanyak 270 orang dan lansia di Kelurahan Sukamaju ada sebanyak 189 orang, yang divaksinasi di RS Citra Medika. Sementara sasaran vaksinasi di RSUD totalnya adalah 432 orang. Terdiri dari BKD 90 orang, layanan DPMPTSP 32 orang, PMI 43 orang. “Wartawan dan pekerja media ada sebanyak 78 orang dan lansia di Kelurahan Rangkapan Jaya ada sebanyak 189,” ucapnya.

Menurut Novarita, vaksinasi tahap kedua ditargetkan akan dilakukan selesai sampai Juni 2021. Namun, bisa jadi lebih cepat atau lebih lambat, tergantung dari datangnya vaksin yang diberikan dari pusat ke Kota Depok. “Vaksin kan datangnya bertahap, Maret berapa, April berapa, begitu seterusnya sampai Juni. Ketika vaksinnya datang, maka prinsip kami adalah segera kami kerjakan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Supriatni mengatakan, sebagai wakil rakyat sudah melaksanakan dan menerima jatah vaksinasi. “Vaksinasi ini kan suatu ikhtiar dari pemerintah, jadi bagi yang memang memiliki jatah vaksinasi jangan sampai tidak digunakan dan segera laksanakan,” tuturnya.

Supriatni mengingatkan, juga kepada semua yang telah divaksin, agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena divaksin tidak menjamin tidak akan terpapar Covid-19. “Jadi, tetap menerapkan prokes, vaksin ini kan untuk membentengi tubuh kita. Tapi, bukan berarti menjadi tidak bisa terpapar,” jelasnya.

Sementara, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret 2021 mendatang. Menko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga Hartarto menyebut, hal ini berdasarkan evaluasi PPKM mikro dalam 8 minggu terakhir. “PPKM dilanjutkan dua minggu ke depan dari 9 sampai 22 Maret 2021,” ujarnya secara virtual, Senin (8/3).

Selain itu, Airlangga juga mengungkapkan, hasil keputusan penerapan PPKM Mikro ini juga menambah tiga provinsi baru. Mereka yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara. “Selanjutnya masuk Kaltim, Sulsel, dan Sumut,” imbuhnya.

Airlangga mengungkapkan, selama delapan pekan pelaksanaan PPKM, pihaknya mengklaim kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan. Sebanyak 3 dari 7 provinsi berhasil menurunkan persentase kasus aktif dan secara nasional, kasus aktif turun 1,5 persen.

Airlangga menyebut, pemerintah juga telah mengeluarkan payung hukum terkait kebijakan perpanjangan dan perluasan PPKM Mikro. Adapun aturan tersebut tertera melalui instruksi Mendagri Nomor 5 2021.

Sementara, parameternya untuk Provinsi, Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM Mikro masih sama yaitu memenuhi salah satu dari 4 parameter. Parameter pertama, tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional.

Parameter kedua, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional. Ketiga, tingkat kematian di atas rata-rata nasional. Terakhir, tingkat keterisian rumah sakit atau BOR untuk ICU dan RS di atas 70 persen.(rd/dis)

Fakta dan Data Vaksinasi Tahap Dua :

Tanggal :

  • 8 Maret 2021

Total :

  • 381 jiwa

Sasaran Tahap Dua:

  • Lansia dan pelayan publik

Rincian Sasaran :

– Kejaksaan 71 jiwa

– DPRD 117 jiwa

– Pengadilan negeri 91 jiwa

– Eselon 2 dan 3 ASN Depok 180 jiwa

– Eselon 4 OPD Depok 351 jiwa

– Eselon 4 kecamatan dan kelurahan 306 jiwa

– Layanan Disdukcapil (kec dan kel) 90 jiwa

–  DLHK 108 jiwa

– Dinsos 180 jiwa

– Dishub 270 jiwa

– Kelurahan Sukamaju lansia 189 jiwa

– BKD 90 jiwa

– DPMPTSP 32 jiwa

– PMI 43 jiwa

– Wartawan dan pekerja media 78 jiwa

– Lansia Rangkapanjaya 189 jiwa

Lokasi Vaksin :

  • RSUD
  • RS Hermina
  • RS Mitra Keluarga
  • RS Citra Medika
  • RS Bunda Margonda
  • RS Bunda Aliyah

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar