Beranda Metropolis 750 Pencaker Kota Depok Bikin Kartu Kuning

750 Pencaker Kota Depok Bikin Kartu Kuning

0
750 Pencaker Kota Depok Bikin Kartu Kuning
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Manto Djorgi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok tetap melayani para pencari kerja (Pencaker) yang memohon pembuatan kartu kuning atau (AK1), di masa pandemi Covid-19. Sudah ada 750 orang pencaker yang membuat kartu kuning selama periode Januari sampai 8 Maret 2021.

Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Djorgi mengatakan, walaupun di masa pandemi Covid-19 Disnaker tetap memberikan layanan kepada para pencari kerja. Pelayanan dilakukan secara online dan langsung.

“Pelayanan online bisa melalui Bursa Kerja Online (BKOL). Yang dapat diakses melalui website http://bkol.depok.go.id,” tutur Manto kepada Radar Depok, Rabu (9/3).

Menurutnya, proses pelayanan setelah verifikasi hanya memakan waktu sekitar lima sampai sepuluh menit saja. Sedangkan, pelayanan tatap muka dibuka pada Selasa sampai Kamis. “Sehari biasanya ada 25 sampai 30 orang. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Nantinya, pemohon yang sudah mendaftar melalui online, bisa datang ke Disnaker Kota Depok. Akan ada petugas yang memverifikasi, dengan syarat pemohon kartu kuning menyampaikan fotokopi ijazah, KTP, dan pas foto 3×4.

“Setelah berkas-berkasnya valid, kartu kuning dapat langsung dicetak dan diberikan kepada pemohon atau pencari kerja,” ucapnya.

Sementara itu, program kartu prakerja dari pemerintah pusat sampai dengan Maret 2021, sudah masuk ke dalam gelombang 13. Manto mengaku, saat ini masyarakat Kota Depok sudah bisa mendaftar sendiri melalui ponselnya masing-masing.

“Karena mereka mendaftar sendiri, Disnaker Kota Depok belum mendapat informasi terkait berapa jumlah pendaftar kartu prakerja pada gelombang 13,” jelasnya.

Pada gelombang pertama, yang dibuka pada tahun 2020, masih banyak masyarakat yang bertanya dan datang langsung ke Disnaker Kota Depok untuk dibantu dalam proses pendaftaran kartu prakerja. Namun, semakin kesini, banyak masyarakat yang telah mengerti dan paham. Jadi, tidak ada lagi yang meminta bantuan.

“Namun, sesuai aturan pemerintah. Disnaker bertugas memfasilitasi para pencari kerja untuk mendaftar. Namun, rupanya masyarakat Depok rata-rata sudah bisa sendiri. Kalau ada yang perlu bantuan, bisa langsung datang ke kami dan akan kami bantu,” sambungnya.

Berdasarkan data yang didapat dari pemerintah pusat, jumlah prakerja Kota Depok yang terdaftar sebanyak 59.910 orang.

“Info yang kami dapat pada pertengahan Januari 2021, Kota Depok termasuk peringkat ketiga terbanyak se-Jawa Barat,” tutupnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR