Beranda Metropolis Atasi Harga Cabai Melambung Tinggi, DKP3 Ajak Warga Budidaya Cabai

Atasi Harga Cabai Melambung Tinggi, DKP3 Ajak Warga Budidaya Cabai

0
Atasi Harga Cabai Melambung Tinggi, DKP3 Ajak Warga Budidaya Cabai
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Diah Sadiah

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harga cabai di Kota Depok masih melambung tinggi, dan belum turun hingga saat ini. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), harga cabai mencapai Rp125 ribu per kilonya.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, pada kondisi saat ini harga cabai yang sedang tinggi dikarenakan adanya musim hujan dengan intensitas curah hujan sering. Sehingga berisiko cabai menjadi busuk.

“Pasokan jadi terbatas, tetapi permintaan tetap tinggi. Sehingga mengakibatkan harga cabai meningkat tinggi,” tutur Diah kepada Radar Depok, Jumat (12/3).

Diah menjelaskan, untuk penyediaan pangan yang murah dan berkualitas, DKP3 berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) dengan mengoptimalkan Pasar Mitra Tani, atau Toko Tani Indonesia Center Kota Depok di Jalan Raya Parung Bingung, Rangkapanjaya Baru Kecamatan Limo.

“Untuk pangan yang murah dan berkualitas ada beras, minyak goreng, gula, daging sapi, bawang putih, bawang merah, dan termasuk di dalamnya cabai rawit,” lanjutnya.

Dari kerjasama tersebut bisa mendapat kuota hasil panen dari Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) binaan Kementan, dengan harga terjangkau di masyarakat. “Diharapkan bisa membawa dampak sugesti positif bagi toko atau pedagang sekitarnya dengan menjual harga terjangkau di masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, DKP3 senantiasa melaksanakan program penyuluhan dengan mendampingi, serta mendorong masyarakat untuk gemar budidaya cabai. Sesuai arahan Walikota Depok, agar memanfaatkan lahan pekarangan.

“Dalam waktu dekat DKP3 merencanakan secara menyeluruh di seluruh RW Kampung Siaga Covid-19 se-Depok untuk memberi edukasi, dengan tema menanam cinta di pekarangan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga,” jelasnya.

Adapun materi budidaya tanaman yang akan disampaikan adalah mengutamakan pemanfaatan limbah rumah tangga, baik benih atau bibit tanaman sampai ke media tanamnya. Budidaya yang akan dilakukan antara lain tanaman kangkung, selederi, daun bawang, dan cabai.

“Bawang dan cabai yang biasanya dibuang, namun kali ini akan ditanam lagi batang dan akarnya. Serta cabai yang ada di dapur akan dilakukan pembenihan dengan teknologi pertanian khusus organik dengan bahan yang bisa ditemui di rumah,” terangnya.

Diah berharap, dengan adanya kecintaan dan kemampuan masyarakat dalam budidaya tanaman cabai yang simpel dan mudah bisa dilakukan di masing-masing rumah.  Dan masyarakat tidak terpengaruh dengan harga cabai. “Minimal kebutuhan cabai di untuk dapur bisa tinggal petik di pekarangan rumah,” ucapnya.

Bahkan menurutnya, apabila semua RW melakukan budidaya tanaman cabai, bisa ikut berkontribusi menurunkan harga cabai di Kota Depok. “Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan dan diimplementasikan di masyarakat secara keseluruhan,” harapnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR