Beranda Utama Awalnya Tukar Miras, Lalu ‘Polisi-polisian’ Rampok Toko Bunga

Awalnya Tukar Miras, Lalu ‘Polisi-polisian’ Rampok Toko Bunga

0
Awalnya Tukar Miras, Lalu ‘Polisi-polisian’ Rampok Toko Bunga
LOKASI: Taufik Juliani tengah menjaga Toko Bunga di Jalan Juanda, RT2/14 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Ini buat pelajaran bagi semua pelaku usaha. Jangan sekali-kali lantas percaya bila ada yang mengaku-mengaku aparat. Selasa (9/3), toko bunga Dio Florist di Jalan Juanda  RT2/14 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya Kota Depok jadi korban perampok orang tak di kenal (OTK) yang mengaku sebagai anggota Polresto Depok. Lebih meyakinkannya lagi, rampok tersebut memperlihatkan senjata api (Senpi).

Peristiwa tersebut bermula, Sabtu (13/2). Pelaku bersama seorang rekannya mendatangi toko bunga. Dan hendak membeli bunga. Namun, karena alasan kekurangan uang, dia yang membawa satu botol minuman keras (Miras), ditukar kekurangan pakai minuman haram tersebut.

Lalu, esok harinya, pelaku seorang diri mengendarai sepeda motor matik merek Honda Beat berwarna biru yang malam itu dijaga seorang karyawan toko, Taufik Juniawan dan ditemani saudara perempuannya. Pelaku dating mengenakan sebuah jaket cokelat, meminta Taufik untuk menunjukkan lokasi penjual minuman keras disekitaran Depok.

“Senin malam sekira pukul 23:30 WIB dia datang. Langsung minta tolong ke saya buat tunjukin dimana yang menjual miras. Dia juga menunjukan kalung berlogo Polres Depok warnanya emas dari dalam jaketnya. Karena saya menolak, dia sempat keluarkan senjata api,” katanya kepada Harian Radar Depok, Selasa (9/3).

Sebelum diajak keliling cari miras, Taufik sempat menitipkan ponsel miliknya beserta uang tunai Rp2,5 juta kepada saudara perempuannya. Dia mengaku menitip karena merasa curiga kepada pelaku. Dengan terpaksa, dia diboncengi pelaku untuk berkeliling ke dua titik lokasi, yakni Jalan Proklamasi dan Jalan Margonda.

“Sampai di Bank Danamon dekat ITC Depok, saya diturunin disitu sama pelaku. Disuruh menunggu, alasan dia mau laporan ke polres, saya tunggu satu jam dia tidak kembali kesini. Akhirnya karena udah punya firasat kalau dia bakal balik ke toko, saya nekat jalan kaki ke toko,” bebernya.

Begitu tiba di toko, didapatinya bunga sudah berserakan, serta ponsel dan uang tunai yang dititipkannya ke saudara perempuannya sudah raib. Menurut pengakuan saudara perempuannya, pelaku sempat kembali ke toko bunga mengaku korban (Taufik) ditangkap karena penyalahgunaan narkoba. Kemudian menyita barang-barang Taufik termasuk gitar, bunga, dan ponsel milik saudara perempuannya.

“Kata saudara perempuan saya, dia balik lagi dan bilang saya ditangkep karena pakai narkoba, dan mengambil barang-barang di toko. Adik saya yang sempat menolak ditodong menggunakan senjata api,” ungkapnya.

Mendapati hal tersebut, Taufik langsung mendatangi Mapolresto Depok untuk menanyakan keberadaan barang miliknya dan toko. Tetapi rupanya tidak ada. Tapi, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ciri-ciri pelaku badannya kekar, rada gemuk, pake jaket dan celana warna cokelat. Dia bawa motor beat warna biru. Kira-kira kerugian yang ditaksir Rp8 hingga Rp9 juta,” jelasnya.

Ketika pelaku menjarah barang berharga korban, Jerri, montir bengkel yang berada persis di samping toko bunga, sempat melihat. Namun dia pun tak kuasa menahan karena pelaku mengeluarkan pistol dan borgol.

Peristiwa itu terjadi saat Jalan Juanda sepi beberapa waktu lalu. “Kejadiannya malam, kami lupa hari apa,” kata Jerri dan Taufik.

Kepada Jerri, pelaku mengaku sedang mencari bandar narkoba. “Ngakunya mau penangkapan bandar narkoba, itu yang jaga bunga dibilangnya bandar narkoba sama ganja, aneh juga,” katanya.

Sambil menodongkan pistol, pelaku berbadan gempal itu menghardik Jerri. “Dia bilang, lae jangan ikut-ikutan nanti lae mati juga.”

Takut bercampur panik, Jerri akhirnya memilih pasrah. Ia menutup rapat bengkel. Kasus itu telah dilaporkan korban ke Polres Metro Depok.

Hingga berita ini diturunkan Radar Depok mencoba konfirmasi tapi pihak Polrestro Depok belum memberikan keterangan atas kejadian tersebut. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar