bank sampah merdeka
KEBIASAAN : Camat Sukmajaya, Ketua TP-PKK Kecamatan Sukmajaya, Ketua TP-PKK Kota Depok, dan Kepala DLHK Kota Depok saat peresmian Bank Sampah Merdeka, Jumat (5/2). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Bank Sampah Merdeka menjadi terobosan baru dalam memilah sampah. Makanya, mengambil momentum Hari Pemilahan Sampah Nasional (HPSN), Kecamatan Sukmajaya bersama Ketua TP-PKK Kota Depok meresmikannya, Jumat (5/3). Lokasinya berada di belakang dekat pintu masuk aula kecamatan.

Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi mengatakan, berdirinya bank sampah tersebut diharapkan dapat mengajak masyarakat beserta ASN untuk mulai memilah sampah dan menjadi nasabah Bank Sampah Merdeka. Sekaligus mengurangi volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung

Nantinya mereka mengumpulkan sampahnya selama seminggu dan disetorkan setiap Jumat disini. Setelah itu akan ditimbang. Barulah buku nasabah diberikan oleh petugas serta dicatat,” katanya kepada Radar Depok, Jumat (5/3)

Dirinya menambahkan, pengelola dari Bank Sampah Merdeka ini adalah petugas Bank Sampah RW7 Kelurahan Mekarjaya yang telah diberikan SK beserta petugas dari kelurahan lainnya, karena lokasi Kantor Kecamatan berada di wilayah itu. Adapun jenis sampah yang dikelola merupakan anorganik seperti plastik, kertas, kardus, dan lainnya.

Masyarakat diharapkan dapat mendukung serat mengoptimalkan keberadaan bank sampah untuk menciptakan Kota Depok bersih, sehat, rapi, dan nyaman. Disamping itu, beragam manfaat dari memilah sampak antara lain menambah pundi-pundi uang bagi nasabahnya.

Kalau organik kan yang mengelola dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Kami berharap wilayah Kecamatan Sukmajaya mampu bersih dari sampah,”bebernya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida menjelaskan, permasalahan sampah menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama dalam mengatasinya. Tentu dengan memilah dan mengolahnya secara tepat. Dirinya juga mengapresiasi upaya Kecamatan Sukmajaya dalam mendirikan bank sampah.

Sampah berasal dari masyarakat untuk itu penaganan masalahnya juga harus dilakukan secara bersama,mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati menuturkan, pihaknya merasa gerakan masyarakat pada 2020 sangat sedikit untuk menangani lingkungan tetap bersih. Kesadaran memilah sampah harus ditularkan sejak dini. Diharapkannya pada tahun ini pergerakan masyarakat dapat lebih aktif sehingga mencapai indeks kualitas air, dan indeks kualitas udara dan tanah yang baik karena sangat erat kaitannya dengan sampah.

Sampah bisa mencemarkai air, udara dan lahan (tanah). gerakan memilah sampah bukan hanya milik orang tua, tetapi juga remaja. Jadi jangan malu untuk terus semangat,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro