Komunitas Tata Bumi Hijau
BERBAGI ILMU: Komunitas Tabuhi Kota Depok saat menggelar pelatihan bagi anak jalanan ondel-ondel, beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA

Lebih Dekat dengan Komunitas Tata Bumi Hijau Kota Depok (2)

RADARDEPOK.COM Berbagi ilmu yang dimiliki rasanya menyenangkan, apalagi terkait lingkungan. Komunitas Tata Bumi Hijau (Tabuhi) memilih berbagi ilmu kepada siapa saja, tanpa membeda-bedakan.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, namun terdengar suara di ujung sana masih terdengar jelas, Sekretaris Komunitas Tabuhi Kota Depok, Agung Dharmawan kembali bercerita tentang sebuah komunitas yang membuatnya semakin ahli dalam penghijauan, sekaligus menjadi relawan kebaikan.

Awal 2021, komunitas Tabuhi terus aktif sosialisasi serta giat kepada masyarakat. Mulai dari penghijauan lingkungan sampai giat produktif kreativitas.

Saat matahari sedang berada tepat di atas kepala, tepatnya di basecamp Tabuhi di kawasan Pondok Terong. Para relawan Tabuhi melihat sekumpulan anak ondel-ondel yang sedang beristirahat, walau dari kejauhan, tampak samar beberapa anak ondel-ondel sedang membasuh keringatnya.

Karena penasaran, Agung dan seorang temannya hendak menghampiri sekumpulan anak yang berprofesi sebagai ondel-ondel. Bukan untuk memberi mereka uang, ia hanya iseng bertanya-tanya akan profesi yang dimiliki anak sekecil itu.

Usianya bahkan masih jauh dari kata layak bekerja, setelah berbincang-bincang beberapa menit, anak ondel-ondel ikut bergabung bersama komunitas Tabuhi di ujung kursi basecamp.

Obrolan hangat mulai terasa dalam perkumpulan tersebut, walau sesekali obrolan orang dewasa kurang dimengerti oleh anak-anak, namun anak ondel-ondel berlagak seolah mengerti apa yang sedang dibicarakan.

“Kami ingin memberikan sedikit ilmu yang dimiliki Tabuhi untuk anak-anak tersebut. Dengan mengadakan pelatihan, yang sebelumnya memang sudah dijadwalkan,” ungkap Agung.

Dalam hati, Agung berdoa agar anak ondel-ondel ini mau ikut dalam pelatihan komunitasnya. Sehingga mereka memiliki keterampilan baru dan tidak lagi berprofesi menjadi ondel-ondel.

Tanpa berpikir lama, salah satu anak ondel-ondel langsung berkata setuju. Karena satu setuju, maka keempat temannya pun setuju dengan ajakan Tabuhi.

Hari H, pelatihan dilaksanakan pada Sabtu di awal 2021. Para anak ondel-ondel benar menepati janjinya. Mereka datang dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Kalau saat menjadi ondel-ondel pakaian mereka tampak sangat lusuh, kali ini mereka terlihat sedikit lebih terawat.

Komunitas Tabuhi memulai kegiatan pada hari itu, yang diawali dengan doa. Kemudian lanjut membuat produk kreativitas, kerajinan tangan dari daur ulang sampah.

Seperti membuat mainan helicopter dan sebagainya. Sampai akhirnya selesai, anak ondel-ondel kembali ke rumah dengan membawa masing-masing kerajinan kreativitasnya.

“Kami ada disini untuk berbagi ilmu kepada siapa saja. Tidak memilih-milih siapa yang akan kami bantu, bahkan anak ondel-ondel pun kami bantu,” tuturnya. (bersambung)

 

Editor: M. Agung HR