Ki-ka : Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum DPD Partai Demokrat Jawa Barat dan Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus. Foto : Ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengurus DPC Partai Demokrat Kota Depok dengan tegas menolak hasil yang mengatasnamakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Kader partai berlambang Merci ini pun percaya, Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) tidak akan mencederai demokrasi dengan menerima hasil kongres yang dicap Inkonstitusional tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi sitorus menegaskan bahwa yang dilakukan di Deli Serdang bukan KLB. Sebab, agenda KLB harus mengacu pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai berwarna biru itu.

“Tetapi yang terjadi, sesuai dengan informasi yang didapat dari media. Ada yang mengatasnamakan KLB, menurut saya, itu bukan KLB,” tegas Edi Sitorus kepada Radar Depok, Jumat (5/3).

Ketua Komisi C DPRD Kota Depok ini kembali menegaskan, jika agenda tersebut dikatakan KLB, maka itu merupakan KLB yang inkonstitusional atau tidak sah. Sebab, itu melanggar dalam aturan organisasi partai berlambang Merci tersebut.

“Saya bingung, di era demokrasi, partai yang berjalan dengan baik dan partai yang santun, ada kelompok masyarakat mengatasnamakan kader partai dan membuat rapat mengatasnamakan KLB, dan ini menjadi opini publik. Itu yang jadi persoalan sebetulnya,” geram Edi Sitorus.

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Depok 3 (Cimanggis) ini memiliki alasan kuat bahwa KLB yang digelar di Deli Serdang tersebut inkonstitusional, karena kelompok pembuat KLB itu sudah dipecat.

Kemudian, untuk menjadi ketua dalam AD/ART Partai Demokrat harus mempunyai kartu tanda anggota (KTA). Sementara, yang diangkat pada agenda konstitusional tersebut orang yang tidak memiliki KTA.

“Orang seperti Pak Moeldoko yang tidak memiliki KTA diangkat jadi Ketua Umum Demokrat, dan pesertanya pun tidak ada satupun ketua DPD serta Ketua DPC se-Indonesia,” katanya.

Saat ini pun, lanjut Edi Sitorus, pihaknya sedang melakukan monitoring melalui grup Ketua DPC se-Indonesia dan menegaskan tidak ada yang hadir pada agenda inkonstitusional tersebut.

“Tidak ada yang hadir, ini yang menjadi persoalan. Yang datang itu tidak jelas jika melihat dari foto yang beredar di media,” ujar Edi Sitorus.

Selain itu, Edi Sitorus menyambung, tidak pernah yang namanya partai politik apapun dalam setiap even apapun dijaga oleh organisasi masyarakat (Ormas) di luar Ormas atau sayap partai bentukan dari partai itu sendiri.

“Kan lucu, lihat saja di video-videonya. Ini sekelompok orang yang mengatasnamakan Demokrat, melakukan rapat, dan rapatnya itu disebut KLB, itu yang saya lihat,” sambungnya.

Edi Sitorus berharap hasil yang mengatasnamakan KLB Demokrat itu tidak diterima oleh Kemenkumham. Dia pun percaya pemerintah tidak akan menerima hasil agenda inskonstitusional tersebut.

“Jika itu yang terjadi, saya menilai di negara ini sudah tidak ada demokrasi, itu merusak. Kami percaya bahwa Kemenkumham sebagai aparat pemerintahan yang dikomandoi Pak Jokowi tidak akan menerima hasil tersebut,” ketusnya.

Edi Sitorus mengungkapkan, dalam sambutan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tegas mengatakan, jika ada data KLB tersebut mengatasnamakan DPC di tiap wilayah, seperti di Depok, maka pihaknya akan membuat laporan tentang pemalsuan data ke aparat penegak hukum.

“Karena, kami tidak ada satu pun yang berangkat. Jika dia mengatasnamakan DPC Partai Demokrat Kota Depok, kami akan laporkan ke aparat penegak hukum bahwa dokumen yang dibawa palsu,” ungkapnya.

Dalam KLB sendiri, persyaratan kepesertaan harus Ketua DPC, dan minimal 50 persen yang hadir dari sekitar 514 kabupaten/kota. Kemudian, 2/3 dari jumlah 34 DPD pun harus hadir. Sementara, dalam KLB itu, tidak ada satu pun yang hadir.

“Ini kan aneh. Jika memang ada kader yang mengatasnamakan DPC Kota Depok, kami akan pecat dan laporkan ke aparat penegak hukum. Kami tidak mengakui hasil agenda tersebut, KLB inkonstitusional,” tutup Edi. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah