iatana presiden baru
Desain Istana Presiden di ibu kota baru.

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Tahun ini Pemerintah memastikan istana presiden di ibu kota negara baru akan dibangun sesuai dengan master plan.

“Kita optimis mudah-mudahan istana presiden di Kalimantan Timur, bisa di groundbreaking pada tahun ini,” ujar Kepala Bappenas/Menteri PPN Suharso Monoarfa.

Dihubungi terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, realisasi fisik pembangunan Istana Presiden di ibu kota baru dipastikan tidak akan jauh berbeda dari desain hasil pemenang sayembara pada tahun lalu.

Namun, masih dibutuhkan kajian mendalam untuk realisasi desain tersebut.

“Itu tidak terlalu jauh berbeda dari desain yang dimiliki Kementerian PUPR, akan disesuaikan dengan realisasi di lapangan tapi basic design masih mengacu ke situ,” ujarnya.

Menengok pemenang sayembara desain kawasan ibu kota negara, wilayah eksekutif presiden termasuk istana akan diapit oleh gedung lembaga yudikatif seperti Mahkamah Agung dan lembaga legislatif seperti DPR-MPR.

penampakan istana negara

Rudy menjelaskan dari desain yang sudah beredar saat ini baru sebatas gambaran atau konsep dasar. Dalam merealisasikannya masih dibutuhkan banyak pertimbangan.

“Kita harus melihat kondisi lahan di sana, bisa saja ada lahan yang sulit dibangun sehingga butuh penyesuaian. Apakah ada kawasan mangrove tentu kita tidak bisa bangun, harus ada penyesuaian. Lokasi juga mana yang lebih pas untuk dibangun kota,” jelasnya.

“Masih harus dipilah mana yang bisa dibangun kota, mana daerah lindung, mana kawasan pertanian,” ujarnya lagi.

Melirik pemenang sayembara desain ibu kota negara (IKN) pada kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 23 Desember 2019 lalu, ibu kota negara akan mengusung tema Nagara Rimba Nusa.

Pemenang sayembara tersebut diketahui disebut sebagai Urban +. Sang founder, Sibarani Sofian menjelaskan pemilihan konsep Nagara Rimba Nusa karena ‘Negara’ sebagai perwakilan pemerintah.

Adapun ‘Rimba’ karena lokasi berada di hutan Kalimantan, dan ‘Nusa’ merupakan identitas negara yang berdasarkan kepulauan. Sibarani menceritakan makna konsep desainnya tersebut pada 23 Desember 2019 lalu di Kementerian PUPR.

“Dibutuhkan banyak ahli, ada 10 orang, kami sebagian tim dari kantor kita, Urban +, kemudian ada juga teman-teman, pernah bekerja di luar negeri juga hadir, minta bantuan dari luar negeri juga seperti dari Hong Kong, Singapura, juga Malaysia,” jelasnya, Sabtu (27/03).

Pada desain IKN yang dibuat oleh Urban + tersebut terdapat Plaza Bhineka Tunggal Ika dan Danau Pancasila.

Kemudian ada pula kawasan diplomatik, bisnis dan komersial hingga pemukiman. Sementara Istana Presiden berada dekat dengan danau, juga berdekatan dengan kantor staf presiden dan Masjid Astana.

Lebih lanjut Sibarani menceritakan salah satu hal tersulit dari pembuatan desain ibukota baru ini adalah tingkat kehati-hatian, mengingat letak geografis yang tidak mudah.

“Kita menyadari kita mendekati tepi air, sensitif secara lingkungan, bagaimana kita mewujudkan keseimbangan antara pembangunan sifatnya manusia dengan alam,” tuturnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya