Beranda Metropolis Duh, Residivis Narkotika Dituntun Delapan Tahun

Duh, Residivis Narkotika Dituntun Delapan Tahun

0
Duh, Residivis Narkotika Dituntun Delapan Tahun
ILUSTRASI : Salah satu suasana sidang yang digelar secara virtual di ruang sidang cakra Kantor Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kawasan Boulevard GDC, Kecamatan Cilodong, Senin (15/3). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok, menuntut delapan tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kepada residivis Mikdam Azis alias Dopel. Dia dinyatakan sah dan bersalah atas membeli narkotika jenis sabu. Hal ini diungkapkan JPU Leli Andes Pitrikasih saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Pada pembacaan amar yang berlangsung secara virtual, Leli mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan begitu, terdakwa Mikdam Azis alias Dopel menjatuhkan hukuman pidana penjara selama delapan tahun,” kata Leli saat sidang virtual.

Leli menambahkan, karena terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari saudara Belek yang menjadi daftar Pencarian Orang (DPO) senilai Rp1,2 juta yang berisi satu klip bening. Setelah mendapat narkotika tersebut, terdakwa membuka paket narkotika pada Selasa, 13 Oktober 2020 sekira pukul 03:00 Wib di kediamannya Jalan Pemuda Kp Pulo RT4/8 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.

“Setelah dibongkar, lalu terdakwa membagi sebanyak tujuh klip dengan harga sebesar Rp200 ribu dan tiga buah plastik klip dengan harga Rp400 ribu,” jelasnya.

Diketahui saat pembacaan amar tuntutan, Leli membeberkan, penangkapan dilakukan anggota team Satnorkoba Polres Metro Depok yang mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada yang melakukan penyalahgunaan narkotika di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di lokasi team melakukan penyelidikan dan pengamatan. Sekira pukul 13:00 WIB team Satnarkoba Polres Metro Depok, melihat gerakan terdakwa yang mencurigakan. Setelah petugas meringkus terdakwa, dan kemudian terdakwa diamankan serta digledah. Lalu ditemukan barang bukti berupa satu buah dompet warna coklat merk Andrano yang di dalamnya terdapat lima bungkus plastik klip bening berisi sabu, dan dua klip bening berisi shabu yang berada kantong depan sebelah kanan. Serta satu unit handphone merk Xiomi warna hitam.

“Kepada polisi, terdakwa mengakui kalau barang bukti tersebut milik terdakwa yang didapatkan dari Belek,” tambah Leli.

Masuknya terdakwa menjadi residivis narkotika sebab terdakwa pernah terjerat masalah hukum terkait narkotika jenis ganja. Hal ini dibenarkan Humas Pengadilan Negeri (PN) Depok, Ahmad Fadil.

Dia membenarkan, terdakwa Mikdam Azis alias Dopel beberapa tahun pernmah menjalani sidang narkotikan jenis ganja di PN Depok, dengan tuntutan selama empat tahun enam bulan penjara. “Iya pernah terkena kasus narkotika tapi sebelumnya ganja. Kini terdakwa kembali terjerat masalah narkotika namun jenisnya shabu,” tandas Fadil. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar