Beranda Metropolis E-Tilang di Kota Depok Dimulai

E-Tilang di Kota Depok Dimulai

0
E-Tilang di Kota Depok Dimulai
LAUNCHING: Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono dan Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Siregar saat launching E-TLE atau tilang elektronik di Polres Metro Depok, Rabu (24/3). FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mulai Rabu (24/3) Elektronik Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau E-Tilang diberlakukan di Kota Depok, sekaligus dilakukan peresmian di Polres Metro Depok.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, sangat mendukung program E-Tilang agar masyarakat bisa semakin tertib lalu lintas.

“Kemudian agar bisa mengurai kemacetan, meningkatkan ketertiban, terutama di Jalan Margonda,” tutur Imam kepada Radar Depok, Rabu (24/3).

Imam menuturkan, agar program E-Tilang bisa diketahui oleh warga Kota Depok. Karena, apabila warga Depok sudah tahu maka otomatis mereka akan semakin tertib.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Siregar mengatakan, E-Tilang adalah sebagai salah satu inovasi dalam satuan lalu lintas, khususnya proses tilang menggunakan cara elektronik.

“Untuk jajaran Polda Metro Jaya dalam penerapan kamera tilang elektronik atau E-TLE hanya ada dua di tingkat Polres. Yaitu Polres Metro Depok dan Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Imran berharap, adanya E-Tilang ini masyarakat khususnya pengendara bermotor bisa lebih disiplin dalam menaati rambu-rambu lalu lintas di jalan. Diketahui, Kota Depok juga mendapat penghargaan dari Kapolri, yang diserahkan ke Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, lalu diserahkan kepada Walikota Depok, Mohammad Idris atas dukungannya dalam pemasangan E-Tilang di Kota Depok.

Senada, Kasat Lantas Polres Metro Depok,  AKBP Andi Muhammad Indra Waspada mengatakan, tujuan setelah dioperasikannya E-Tilang yaitu sebagai penindakan lalu lintas di jalan. “Kalau di Kota Depok, sementara ini baru ada satu kamera E-TLE yang terpasang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Balaikota Depok,” tuturnya.

Terkait penindakannya, E-Tilang baru hanya bisa dilakukan dua tingkat pelanggaran, yaitu khusus mobil pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman, dan memainkan atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

“Nantinya para pelanggar akan otomatis terekam kamera CCTV, dan akan dikenakan tilang,” jelasnya.

Setelah terjadi pelanggaran atau dikenakan tilang secara elektronik, pelanggar akan mendapat surat pemberitahuan yang langsung dikirimkan ke alamat si pelanggar tersebut. Pelanggar bisa memproses pelanggarannya, dengan dua cara.

“Pertama, bisa mendownload website lalu memasukan data ke web, setelah itu akan keluar berapa denda yang akan dibayar, bisa dibayar melalui bank. Kedua, pelanggar bisa datang langsung ke kantor Commande Center E-TLE untuk membayar denda tilangnya,” ucapnya.

Kemudian, bagi para pelanggar yang mengabaikan atau tidak membayar denda tilang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka otomatis akan terblokir. Batas waktu bayar denda maksimalnya hanya dua minggu.

“Jika tidak dibayarkan tepat waktu, secara otomatis pemilik kendaraan tidak bisa membayar perpanjangan pajak kendaraan bermotornya,” sambungnya.

Dalam waktu dekat, Kota Depok akan menambah CCTV dengan penambahan jenis pelanggaran, yaitu pelanggaran bagi pengemudi motor khusus yang tidak menggunakan helm. “Kedepannya, akan dipasang di tiga titik. Yaitu Jalan Ir Juanda, Jalan Alternatif Cibubur, dan Jalan Margonda Kelurahan Pondok Cina Depok,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR