BOKS Tabuhi
BERBAGI ILMU: Komunitas Tata Bumi Hijau (Tabuhi) Kota Depok saat berbagi ilmu kepada anak jalanan, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

Lebih Dekat dengan Komunitas Tata Bumi Hijau Kota Depok (1)

RADARDEPOK.COM Berbagi ilmu bisa dilakukan kepada siapa pun dan dimana saja. Bahkan, dengan anak jalanan. Komunitas ini hadir untuk memberikan banyak pelajaran, mulai dari penghijauan hingga kreativitas.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Terlahir dari sekelompok orang yang berjiwa sosial dan peduli terhadap penghijauan lingkungan, lahirlah komunitas Tata Bumi Hijau (Tabuhi) Kota Depok. Dipelopori tumbuh di sebuah warung kopi berukuran 30 meter daerah Pondok Terong, sekitar tahun 2020 komunitas Tabuhi muncul.

Sekretaris Komunitas Tabuhi, Agung Dharmawan mengaku, saat itu ketika sedang asik berbincang bersama keenam temannya tercetuslah ide untuk membentuk komunitas pecinta lingkungan. Kebetulan, sang pemberi suara memang hobi dengan penghijauan lingkungan.

Obrolan tersebut akhirnya mengalir begitu saja, selepas pulang ke rumah masing-masing. Agung bersama teman-temannya masih melanjutkan percakapannya lewat grup WhatsApp. Akhirnya disepakati membuat komunitas dengan nama Tata Bumi Hijau alias Tabuhi.

Berbekal keahlian yang dimiliki dari masing-masing anggota awal, Tabuhi ingin berdiri sebagai komunitas yang tidak hanya fokus akan penghijauan saja. Namun, juga fokus ke sosial budaya, aktivitas, kreatif, dan produktifitas.

Karena anggota awal berdomisili di daerah Pondok Terong, maka Tabuhi pada awal terbentuknya masih akan menjelajahi kampung halamannya terlebih dahulu. Memberi edukasi kepada masyarakat setempat terkait pentingnya penghijauan serta cara melakukan penghijauan.

“Bukan hanya sekedar memberi ilmu tentang penghijauan. Namun, kami lakukan praktek secara langsung,” ucap Agung.

Bermodalkan kerja ikhlas, anggota dan relawan Tabuhi mengadakan giat penghijauan dalam satu minggu sekali atau dua minggu sekali. Walau tak tentu waktunya, Tabuhi berkomitmen untuk mengadakan giat ke luar daerah Pondok Terong.

Dengan adanya relasi yang dimiliki Agung beserta anggota lainnya, Tabuhi akan mulai mengembangkan sayapnya keluar dari tanah asalnya, yaitu Pondok Terong. Dia berharap, dengan adanya komunitas Tabuhi, masyarakat semakin peduli akan lingkungan sekitar. (bersambung)

 

Editor: M. Agung HR