RESES : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menyerap aspirasi warga Kampung Bojong Lio, RT03/28 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong dalam agenda Reses II Tahun Sidang 2020-2021, Kamis (4/3). FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menyerap aspirasi warga Kampung Bojong Lio, RT03/28 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong dalam agenda Reses II Tahun Sidang 2020-2021, Kamis (4/3). Dalam kesempatan tersebut, Anggota Fraksi Gerindra itu menerima usulan masyarakat yang tidak terserap dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).

Kata dia, pembangunan di Kota Depok sebagai kota penyangga harus menjadi prioritas, terlebih dalam pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah pinggiran Kota Depok.

Sebagai kota penyangga, sambungnya, pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kota Depok menjadi perhatian khusus DPRD Jawa Barat.

Dia mengatakan, selama ini bencana banjir mulai menghantui Kota Depok. “Infrastruktur, jalan dan drainase masih menjadi fokus utama kami, karena sekarang Depok mulai banjir,” jelasnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat ini mengaku juga khawatir dengan keberadaan situ yang selama ini semakin terkikis di Kota Sejuta Maulid.

“Normalisasi situ telah menjadi program saya, karena pendangkalan situ, dan menyempitnya kali yang ada di Kota Depok membuat Depok banjir,” jelasnya.

Sementara, menurutnya jika infrastuktur mulai tertata, dirinya akan fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Depok. “Kalau situnya baik, dan infrastruktur jalan sudah layak, kedepan kita akan tingkatkan potensi ekonomi yang ada di Kota Depok,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

Menurutnya, banyak potensi yang sangat baik di Kota Depok, tinggal memanfaatkan sumber daya alam untuk potensi wisata. “Nanti Situ sebaiknya lebih ditingkatkan wahananya, sehingga warga bisa memilih dan semakin betah berada di Kota Depok,” papar dia.

Selain itu, untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kota Depok, pemkot harus mewajibkan pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok untuk menggunakan orang Depok. “Kebanyakan tenaga kerja berasal dari luar Depok, nanti kedepan kita harus upayakan dari sekian banyak perusahaan di Depok, 80 persen harus warga depok,” pungkasnya. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah