Sekretaris DPD Partai Gerindra, Jabar, Abdul Harris Bobihoe, FOTO: Ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum untuk mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU ) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

“Hari Perempuan Internasional, menjadi momentum untuk mendorong pengesahan RUU PKS,” kata Harris kepada Radar Depok, Senin (8/3).

Harris yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Jabar ini mengatakan, RUU PKS mendesak untuk dibahas dan segera disahkan. Sebab, selama ini tidak ada aturan hukum yang secara komprehensif melindungi korban kekerasan seksual.

“Kalaupun ada, UU seperti Perlindungan Anak, kekerasan dalam rumah tangga, semuanya parsial saja dan tidak satu aluran,” katanya.
Harris mengungkapkan, ada sinyal positif RUU PKS dapat segera dibahas dan disahkan. Menurutnya, para pimpinan DPR telah sepakat untuk memasukkan RUU PKS sebagai prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

Harris menambahkan, berdasarkan informasi dari Fraksi Gerindra DPR RI, RUU PKS saat ini sudah disepakati oleh Badan Musyawarah (Bamus) dan menunggu Rapat Paripurna untuk memutuskan Prolegnas Prioritas 2021.

“Di Bamus sudah sepakat. Tinggal diparipurnakan memutuskan RUU Prioritas 2021, termasuk RUU lainnya,” pungkas Harris. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah