Beranda Utama Idris Imam Optimis Capai PAD 2021

Idris Imam Optimis Capai PAD 2021

0
Idris Imam Optimis Capai PAD 2021
OPTIMIS: Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan optimis PAD 2021 bisa tercapai. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021. Sebelumnya pada 2020 target PAD hanya sebesar Rp900 miliar, di tahun ini target PAD menjadi Rp1,4 triliun. Terkait target tersebut, Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengaku optimis PAD 2021 bisa tercapai.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebutkan, strategi khusus untuk menaikkan pencapaian PAD pada tahun ini, yaitu kendaraan. Khususnya kendaraan bermotor. Pemkot Depok berencana akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk perpindahan surat-surat kendaraan.

“Contohnya, pajak yang biasanya dibayarkan di luar Depok, jadi bayarnya ke Depok. Seperti pemindahan nama dan lainnya. Nanti akan berkolaborasi dengan Provinsi, agar biayanya gratis. Sehingga pajaknya masuk ke Depok,” tutur Idris kepada Radar Depok, Rabu (24/3).

Selain itu, Pemkot Depok sudah membenahi pajak reklame, kemudian pajak parkir yang akan ditingkatkan lagi. Serta pajak restoran yang akan ditingkatkan lagi.

“Termasuk juga pajak restoran. Restoran tetap buka dengan protokol kesehatan, walaupun pengunjung diperketat, namun pajaknya juga tetap berjalan,” ujar Idris.

Senada, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menuturkan, dirinya optimis Kota Depok meraih target PAD di 2021. Menurut Imam, Kota Depok harus bisa bangkit dari pandemi Covid-19.

“Karena targetnya juga laju pertumbuhan ekonomi Depok bisa naik. Dari yang -1,29 jadi naik di atas 4, InshaAllah. Optimis untuk meraih PAD yang cukup besar,” tutur Imam kepada Radar Depok, Rabu (28/3).

Kemudian, soal strategi Imam menjelaskan, pertama akan menghidupkan kembali perekonomian di Kota Depok. Lewat sektor pariwisata yang mulai dibuka, dan dihidupkan kembali melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan lainnya.

“Dengan hidupnya perekonomian di Kota Depok, maka pajak-pajak yang selama ini turun atau jatuh akibat pandemi Covid-19, InshaAllah akan naik,” ujar Imam.

Kemudian, cara atau strategi yang kedua adalah ekstensifikasi daripada pendapatan yang bisa didapat di Kota Depok, selain yang sudah ada sekarang.

“Ekstensifikasi daripada yang sudah ada sekarang. Intinya kami optimis bisa mencapai target PAD di tahun ini. Karena hidup harus optimis,” tegasnya.

Pulihkan Ekonomi, Lima Aktivitas ini Boleh Dilakukan

Untuk zonasi Rukun Tetangga (RT) berdasarkan parameter Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro yang dihitung per tanggal 22 Maret 2021 di Kota Depok terdapat 4.081 RT Zona Hijau. Lalu sebanyak 1.212 RT Zona Kuning dan tidak ada RT Zona Orange dan Zona Merah.

Maka itu, untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi daerah dan memperhatikan perkembangan kebijakan di Jabodetabek, telah diakukan penyesuaian kebijakan dalam pengaturan aktivitas warga dan ekonomi.

Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 15 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali Kota Depok Nomor 59 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Secara Proporsional Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan, Penanganan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, ada lima penyesuaian kebijakan di Depok.

Pertama, aktivitas di tempat bermain ketangkasan, sarana permainan anak dan wahana permainan keluarga, diperbolehkan dengan jumlah 30 persen dari kapasitas pengunjung.

Kedua, bioskop diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen. Ketiga, pelaksanaan ujian praktik di sekolah diperbolehkan dengan pembatasan secara ketat.

Keempat, kegiatan olahraga renang diperbolehkan dengan jumlah 30 persen dari kapasitas pengunjung. Kelima, kegiatan pameran dan festival UMKM untuk menggerakan ekonomi masyarakat diperbolehkan dengan kapasitas pengunjung 30 persen. Lebih lanjut, secara  lengkap dapat dilihat dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 15 Tahun 2021.

Selanjutnya dalam implementasi penyesuaian kebijakan tersebut, wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan secara intensif akan dilakukan pengawasan. Baik oleh Pemkot Depok melalui Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Satuan Polisi Pamong Praja, serta TNI dan Polri.

Kendati begitu, penambahan kasus Covid-19 masih terjadi. Untuk itu, Pemkot Depok meminta kepada seluruh warga dan seluruh pihak, untuk tetap menerapkan 2i 5M (Iman, Imun, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas). Demi terhindarnya keluraga dan sesama dari penularan Covid-19.  (dis/**)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR