Jaksa Depok Masuk Sekolah
BERIKAN MOTIVASI: Kasubsie Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Strategi Kejari Depok, Alfa Dera ketika menyapa 717 pelajar SMAN 6 Depok, dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dilangsungkan secara virtual. FOTO: KEJAKSAAN FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok berkolaborasi dengan SMAN 6 Depok dalam aktifitas rutin setiap tahun, yakni Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Namun, kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, pagelaran tersebut harus berlangsung secara virtual karena masa pandemi.

Kasubsie Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Strategi Kejari Depok, Alfa Dera menerangkan, ada nilai positif dalam JMS saat ini, karena digelar secara online, pelajar yang mengikuti mencapai 717 orang yang tentunya didampingi guru serta kepala sekolah.

“Tahun ini temanya Tugas dan Kewenangan Jaksa, saya di bantu Kasubsi Ideologi Sosial Politik Kejari Depok Faisal Anwar, dan moderator Dicky Destrienko,” kata Alfa kepada Radar Depok, Kamis (11/3).

Disampaikan Alfa, pada materi kali ini, pihaknya memberi penjelasan tentang Tugas dan Kewenangan Jaksa. Serta mengajak agar para pelajar kedepannya memiliki kemauan dan cita-cita menjadi bagian dari Korps Adhyaksa. “Alhamdulillah semua berjalan aktif, ada beberapa siswa menyampaikan pertanyaan kepada kami,” jelasnya.

Salah satunya dari seorang siswi bernama Shakira kelas XII IPS, ia ingin mengetahui lebih jauh bagaimana cara masuk kantor kejaksaan. Lalu, disampaikan bahwa ada dua cara, masuk kerja atau berkarir di Kejaksaan, yaitu melalui ikatan dinas atau melalui jalur rekrutmen umum. Sedangkan untuk jenjang pendidikan, bisa dari SMA, D3, dan Sarjana Hukum.

“Khusus untuk profesi jaksa, pelamar harus lulusan sarjana hukum. Tapi hampir semua jenjang pendidikan memperoleh kesempatan untuk berkarir di Kejaksaan. Mulai dari SMA, D3 dan Sarjana dari berbagai program studi, bahkan hingga profesi dokter untuk posisi di Rumah Sakit Adhyaksa,” beber Alfa.

Pertanyaan berikutnya datang dari siswi kelas IPA bernama Nabila. Pelajar tersebut menanyakan apa seorang jaksa menentuka seseorang bersalah. “Bahwa menentukan sebuah sanksi kepada pihak yang bersalah merupakan salah satu fungsi jaksa di dalam fungsi penuntutan. Ada pra penuntutan (pratut) dan penuntutan. Di dalam fungsi penuntutan, jaksa selain mendakwa, jaksa juga menuntut. Itu salah satu fungsi jaksa. Nanti yang memutuskan adalah majelis hakim,” beber Alfa.

Ia menjelaskan,alasannya kenapa jaksa direkrut dari lulusan sarjana hukum, sebab untuk menjalankan fungsi penuntutan terdapat sistem peradilan pidana dan hukum acara, yang dapat diperoleh di fakultas hukum Strata satu. Sedangkan terkait dengan keberatan terdakwa atas sanksi atau tuntutan yang diberikan jaksa penuntut,

Alfa berharap, melalui kegiatan JMS para pelajar paham bahwa tugas jaksa bukan hanya menjadi penuntut umum, tetapi banyak kewenangan dan fungsi lainnya. Sehingga setelah proses rekrutmen di Kejaksaan pelajar semakin termotivasi. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR