Banjir Cibulan
TERGENANG: Sejumlah anak-anak bermain di genangan air banjir yang melanda RW03 Jalan Cibulan, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO: ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kawasan Jalan Cibulan RW03 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, kembali diterjang banjir meski sudah melakukan antisipasi dengan memperbaiki saluran air di titik banjir yang ada di wilayah tersebut. Salah satunya memasang u-ditch yang jauh lebih besar untuk menampung volume air ketika hujan.

Seorang Warga RT07 yang terdampak, Aldrin Wijaya menerangkan, banjir kali ini usai diperbaiki justru lebih tinggi. Ketinggian airnya bertambah 5 hingga 10 cm. Hal ini dinilai tidak serius dalam menangani secara totalitas agar warga terhindar dari banjir.

“Kalau saya nilai banjir sekarang lebih tinggi, mungkin karena permukaannya tidak didalami dulu,” ucap Aldrin kepada Radar Depok.

Menurutnya hampir dua RT yang terendam di kawasan tersebut, lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak langganan banjir. Alhasil jika banjir menghampiri tempat ini, sekejap lokasi menjadi kolam renang alami.

“Kalau sudah banjir, tidak mungkin dilewati motor karena berisiko. Tingginya bisa mencapai pinggang orang dewasa, bisa 30 sampai 50 centi,” kata Aldrin.

Menurutnya, meskipun banjir tinggi tetapi air dengan cepat surut. Jika hujan berhenti dua sampai tiga jam sudah surut, keadaan kembali normal hanya sisa banjir, seperti lumpur serta sampah. Hal ini sudah menjadi bagian hidup warga setempat, sehingga telah melakukan antisipasi secara mandiri.

“Rata-rata rumah warga depannya sudah ditinggikan biar air tidak masuk ke dalam rumah kalau banjir,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Fenty (49). Ibu tiga orang anak ini mengatakan, jika banjir sudah berlangsung sekitar 10 tahun lebih. Hal ini yang membuat dirinya bersama suami sepakat meninggikan teras rumahnya. “Saya tinggal dari tahun 2002. Memang sudah biasa kalau di sini banjir,” katanya.

Ia hanya khawatir luapan air dapat membahayakan dirinya, terutama pada kesehatannya. Mengingat saat ini situasi pandemi masih terjadi sehingga harus membiasakan hidup sehat. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR